Widget HTML Atas

Sebutkan Unsur-Unsur Syair

Sebutkan Unsur-Unsur Syair
Sebutkan Unsur-Unsur Syair

Balik lagi di kanal informasi seokilat.com. Pada materi sebelumnya kita sudah membahas mengenai bagian-bagian resensi dan telah kita ulas dengan cukup spesifik. Selain itu, kita pun juga telah membahas mengenai langkah-langkah menulis cerpen sebagaimana yang telah dijelaskan di dalam buku panduan bahasa Indonesia. 

Nah! Adapun materi pada pembahasan kita kali ini, sesuai dengan judul kita di atas, yaitu mengenai syair. Mulai dari pengertian syair secara sederhana, hingga unsur-unsur di dalam syair itu sendiri. Untuk lebih jelasnya, simak saja uraian materi selengkapnya di bawah ini. 

Pengertian Syair

Sebelum kita sebutkan unsur-unsur syair, tentu kita perlu mengetahui apa yang dimaksud dengan syair itu sendiri. Secara sederhana, Syair adalah salah satu bentuk puisi lama. Adapun pengertian syair secara ilmiah, yaitu sebuah struktur yang terdiri atas unsur-unsur pembangun. 

Unsur-Unsur Syair

Secara umum, unsur-unsur syair bersifat padu, karena memang tidak dapat dipisah-pisahkan tanpa mengaitkan dengan unsur yang lainnya. Dalam tinjauan ilmu bahasa, unsur syair terbagi menjadi dua jenis. Pertama yaitu unsur fisik dan yang kedua adalah unsur batin. 

Unsur Fisik Syair

Unsur fisik di dalam syair terdiri atas baris-baris yang bersama- sama, yang kemudian membangun bait-bait syair. Hingga kemudian, bait-bait syair tersebut membangun keseluruhan makna yang dapat dipahami. Unsur fisik di dalam puisi memiliki kekhasan tersendiri dengan ciri-ciri yang melekat padanya. 

Unsur Batin Syair

Adapun unsur batin di dalam syair atau puisi terdiri atas beberapa poin, yaitu: tema, nada, suasana, dan amanat.

a. Tema

Tema adalah gagasan pokok yang dikemukakan oleh penyair. Tema inilah yang merupakan landasan utama dalam mengekspresikan gagasan atau pikiran melalui kata-kata.

b. Nada

Nada adalah bentuk sikap tertentu dari sang penyair, yang ditujukan terhadap para pembaca. Semisal, penyair dalam puisi itu bersikap menggurui, menasihati, mengejek, menyindir, atau bersikap lugas apa adanya, hanya menceritakan sesuatu kepada pembaca.

c. Suasana

Suasana adalah kondisi atau keadaan jiwa pembaca setelah mencerna puisi syair. Suasana merupakan efek psikologis yang biasanya muncul setelah pembaca selesai mencerna keseluruhan syair.

Jika berbicara tentang penyair, kita akan berbicara tentang nada. Sebaliknya, jika berbicara tentang pembaca, kita akan berbicara tentang suasana hati pembaca. Nada dan suasana saling berhubungan. Nada penyair menimbulkan suasana terhadap pembacanya. Nada duka yang diciptakan penyair dapat menimbulkan suasana iba pembaca.

d. Pesan atau Amanat

Pesan atau Amanat adalah tujuan yang hendak dimaksud penyair dalam menciptakan syairnya. Pesan penyair dapat ditelaah setelah memahami tema, nada, dan suasana syair dengan membaca keseluruhan syair.

Contoh Syair Sederhana

Untuk lebih memahami apa saja unsur-unsur syair, coba amati dengan seksama contoh syair di bawah ini. Cobalah tentukan tema syair tersebut, perhatikan nadanya, suasana apa yang ditimbulkan kepada pembaca, dan temukan pesan apa yang terkandung dari syair tersebut. Berikut syairnya.

Pungguk bermadah seraya menawan 

Wahai bulan terbitlah tuan 

Gundahku tidak berketahuan 

Keluarlah bulan tercelah awan

 

Sebuah tilam kita berpadu 

Mendengarkan bunyi pungguk berindu 

Suaranya halus tersedu-sedu

Laksana orang berahikan jodo


Di atas, kita telah sebutkan unsur-unsur syair dan pengertiannya secara sederhana. Mungkin hanya ini saja materi yang dapat kita angkat kali ini. Terima kasih atas perhatian teman-teman, dan jangan lupa! Bila artikel ini bermanfaat, bagikan pula ke teman sekolahmu yang mungkin membutuhkannya juga. Salam.

Palajari: Struktur Naskah Drama

Daftar Pustaka

Bahasa Indonesia 3: bahasa kebanggaanku untuk SMP/MTs kelas IX/ oleh Sarwiji Suwandi dan Sutarmo.--Cet.1.--Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2008

Akhbar Sanusi
Akhbar Sanusi Pernah mengajar di SDIT Al-hanif Cilegon - Madrasah Jamilurrahman Jogjakarta - Ma'had Anni'mah Medan.