Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Begini Algoritma YouTube Bekerja (Penjelasan Google)

Baru-baru ini Google sedikit mengungkap bagaimana cara kerja algoritma Youtube, sehingga mampu menampilkan konten yang relevan dengan para penggunanya. 
Algoritma YouTube
Ilustrasi YouTube - Pexels Foto

Dalam rangka meningkatkan kinerja Youtube, Google baru-baru ini mempublikasikan sejumlah informasi, terkait cara kerja Youtube dalam menampilkan konten kepada para penggunanya.

Google bahkan membuat sebuah blog khusus, yang mengulas secara mendalam bagaimana algoritma Youtube bekerja. Nama blog tersebut yaitu “Ever Wonder how Youtube Works?”. Penasaran apa saja informasi yang disampaikan? Yuk simak selengkapnya di bawah ini.

Indikator SEO Youtube

Berikut ini adalah beberapa indikator yang memiliki kaitan erat dengan hasil pencarian dan visibilitas sebuah konten pada platform Youtube.

1. Relevansi

Salah satu elemen dasar dalam SEO Youtube adalah relevansi. Meskipun tidak terlalu spesifik, namun Google telah menyebutkan beberapa poin dasar yang paling mempengaruhi tingkat relevansi sebuah konten pada platform Youtube .
  • Judul atau Tema
  • Tag
  • Deskripsi video
  • Dan konten di dalam video

2. Keterikatan

Salah satu elemen dasar dalam kinerja algoritma Youtube adalah keterikatan atau engagement. Dalam poin ini, algoritma Youtube bekerja dengan mengidentifikasi agregat pengguna, seperti: durasi saat menonton sebuah video. Misal, ketika seorang pengguna menghabiskan waktu yang cukup panjang menonton video memasak, maka potensi kemunculan konten terkait “memasak” akan lebih sering muncul di beranda pengguna.

3. Kualitas

Secara umum, Youtube menerapkan cara yang tidak jauh berbeda dengan search engine marketing pada umumnya dalam menentukan konten yang berkualitas. Youtube telah merancang sistem identifikasi yang mampu membaca setiap sinyal dalam menentukan sebuah konten, apakah berkualitas atau tidak?

Diantara sinyal-sinyal tersebut, yang paling populer dan familiar dikalangan pakar search engine adalah expertise (keahlian), authority (keabsahan), dan trust (kepercayaan). Ketiga sinyal ini biasa disebut dengan EAT.

Bukan hanya bekerja pada sistem algoritma Youtube, ketiga sinyal ini juga merupakan tolok ukur utama Google dalam menentukan sebuah konten yang berkualitas.

Indikator Terkait Lainnya Adalah Personalisasi

Diluar ketiga indikator di atas, terdapat indikator lain yang menjadi pertimbangan oleh Youtube dalam menampilkan konten yang relevan terhadap penggunanya. Indikator tersebut adalah personalisasi. Personalisasi disini umumnya berkaitan erat dengan histori pencarian dan konten yang biasa ditonton oleh si pengguna.

Otoritas Dalam Algoritma Youtube

Sejauh ini algoritma Youtube masih memprioritaskan konten yang berasal dari channel-channel otoritatif. Adapun yang dimaksud dengan channel otoritatif adalah channel yang menghadirkan konten dengan kategori seperti: info medis, berita, politik, dan konten-konten ilmiah. Untuk mengembangkan channel otoritatif, kunci suksesnya adalah kredibilitas konten. 

Khusus konten yang bukan berita, informasi medis, atau politik, maka visibilitasnya sangat erat dengan sinyal relevansi dan popularitas.

Sinyal Rekomendasi YouTube

Diantara peluang yang memungkinkan seorang konten kreator mendapatkan viewers adalah melalui sinyal rekomendasi Youtube. Bentuk paling umum dan mungkin yang paling sering kita lihat adalah tawaran konten di beranda dengan caption “Berikutnya”. Caption berikutnya ini adalah bentuk rekomendasi Youtube kepada pengguna, dengan mempertimbangkan beberapa hal sebagai berikut:
  • Tontonan dan histori pencarian
  • Jenis saluran yang disubscribe
  • Lokasi pengguna
  • Konten yang ditonton sampai selesai
Mungkin itu saja pembahasan ringan kita mengenai cara kerja algoritma Youtube saat ini. Semoga dapat bermanfaat dan membantu Anda dalam mengembangkan channel yang bermanfaat. Terima kasih atas perhatian dan waktunya. Jangan lupa, bagikan artikel ini ke teman-teman youtuber kamu, agar mereka juga terbantu dalam mengembangkan channel yang bermanfaat. Sampai jumpa pada konten kita berikutnya. Assalamu’alaikum.