Widget HTML Atas

Jelaskan Jenis Jenis Bank Dengan Singkat

Jenis-jenis Bank
Jenis-jenis Bank

Jenis Jenis Bank

Pengelompokan jenis-jenis bank di Indonesia didasarkan pada hal-hal berikut.
a. Berdasarkan Kelembagaan Penciptaan Uang
Berdasarkan kelembagaan yang menciptakan uang, bank dapat dibedakan menjadi dua.

1) Bank primer, yaitu bank yang dapat menciptakan uang melalui simpanan masyarakat yang ada pada bank dalam bentuk simpanan giro. Contoh: bank umum dan bank sentral.
2) Bank sekunder, adalah bank yang tidak dapat menciptakan uang melalui simpanan masyarakat. Contoh: bank perkreditan rakyat, bank tabungan.

b. Berdasarkan Fungsinya
Berdasarkan fungsinya, bank dapat dibedakan menjadi lima jenis.

1) Bank Sentral
Bank sentral di negara kita adalah bank Indonesia yang merupakan banknya para bank (the bankers bank) dan berkedudukan di Jakarta dengan kantor-kantor cabang di provinsi-provinsi tertentu di wilayah Indonesia. Bank sentral disebut juga bank sirkulasi karena berfungsi mengatur sirku- lasi/peredaran uang dalam negeri. Selain itu bank sentral mendapatkan hak monopoli (hak oktroi) dari pemerintah untuk mengeluarkan dan mengedarkan alat pembayaran yang sah.

Adapun ketentuan-ketentuan mengenai bank sentral diatur dalam UU Republik Indonesia No.23 tahun 1999 tentang kemandirian bank sentral.

2) Bank Umum
Bank umum adalah bank yang mengumpulkan dananya terutama menerima simpanan dari masyarakat dalam bentuk giro dan deposito serta memberikan pinjaman atau kredit jangka pendek.

Jenis-jenis bank umum adalah sebagai berikut.

a) Bank umum milik negara, seperti BNI 46, BDN, BRI, BBD, Bank Export Import Indo- nesia, Bank Mandiri, BTN.
b) Bank umum milik swasta nasional, misalnya: BII, BCA, Bank Lippo, Bank Niaga, Bank Danamon, Bank Umum Nasional, NISP.
c) Bank umum milik swasta asing, antara lain: City Bank, Bank of Amerika, Bank of Tokyo.
d) Bank umum milik koperasi: BUKOPIN, Bank Umum Koperasi Jawa Barat.

3) Bank Tabungan
Bank tabungan adalah bank yang mengumpulkan dananya terutama menerima simpanan dalam bentuk tabungan dan usaha utamanya membungakan dana dalam kertas berharga. Dana yang terkumpul tersebut diinvestasikan pada saham dan obligasi. Tujuan utama dari bank tabungan tidak semata-mata mencari keuntungan, tetapi untuk mendidik masyarakat agar gemar menabung serta tugas-tugas sosial. Contoh bank tabungan adalah BTN.

4) Bank Pembangunan
Bank pembangunan adalah bank yang mengumpulkan dana dengan menerima simpanan dalam bentuk deposito atau mengeluarkan kertas berharga jangka menengah dan panjang. Sedangkan usahanya adalah memberikan kredit di bidang pembangunan dalam jangka menengah dan jangka panjang. Contoh bank pembangunan adalah Bapindo, BPD.

5) Bank Perkreditan Rakyat (Bank Rural)
Bank perkreditan rakyat adalah bank yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa deposito berjangka dan tabungan serta menyalurkannya dalam bentuk kredit kepada masyarakat, diutamakan untuk melayani usaha kecil. Contoh: bank pasar, badan kredit desa, bank desa, BKK.


Baca juga :



Note: Penulis hanya menjelaskan materi, tanpa ada unsur ta'awun dalam kegiatan perbankan.

Daftar Pustaka: Idem
Akhbar Sanusi
Akhbar Sanusi Pendiri SEO Kilat, penulis e-book SEO Storm Resistant, desainer, dan kontributor konten SEO.