Viral Lamaran Masal di Pesantren: Kisah Cinta yang Mengharukan

Posted on

Siapa yang tidak terharu dengan kisah cinta yang penuh warna di tengah pandemi ini? Salah satu kisah cinta yang sedang viral di media sosial adalah lamaran masal di pesantren. Bagaimana cerita selengkapnya? Simak ulasannya di bawah ini.

Pesantren sebagai Saksi Cinta

Di tengah pandemi ini, banyak hal yang harus diubah untuk mematuhi protokol kesehatan. Termasuk dalam hal melangsungkan acara pernikahan atau lamaran. Namun, pasangan muda yang tergabung dalam komunitas pesantren ini memiliki ide unik untuk melangsungkan lamarannya.

Setelah mendapat restu dari orangtua dan guru di pesantren, pasangan muda ini memutuskan untuk melangsungkan lamaran masal di pesantren. Mereka memilih pesantren sebagai saksi cinta mereka dan mengajak seluruh penghuni pesantren untuk menjadi saksi pernikahan mereka di masa depan.

Meriahnya Lamaran Masal di Pesantren

Acara lamaran masal ini pun disambut meriah oleh seluruh penghuni pesantren. Mereka membantu menyiapkan segala keperluan untuk acara lamaran, mulai dari dekorasi hingga makanan untuk tamu undangan.

Tidak hanya itu, para penghuni pesantren pun turut serta dalam acara lamaran ini dengan mengenakan pakaian seragam pesantren. Suasana yang dihadirkan pun sangat meriah dan penuh keakraban.

Cinta yang Berawal dari Pesantren

Bagi pasangan muda ini, pesantren menjadi tempat di mana cinta mereka bersemi. Mereka saling mengenal di pesantren dan belajar bersama dalam kegiatan keislaman. Dari situlah, hubungan mereka semakin erat dan akhirnya memutuskan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih serius.

Dengan melangsungkan lamaran di pesantren, pasangan muda ini ingin mengenang kembali kenangan indah di pesantren serta mengajak seluruh penghuni pesantren untuk turut serta dalam momen bahagia mereka.

Pesan Moral dari Kisah Lamaran Masal di Pesantren

Kisah lamaran masal di pesantren ini memberikan banyak pesan moral yang dapat diambil. Pertama, cinta dapat lahir di mana saja, bahkan di pesantren yang biasanya identik dengan suasana yang khusuk dan tenang.

Kedua, meskipun di tengah pandemi ini kita harus mengubah cara melangsungkan acara, namun hal tersebut tidak mengurangi keindahan dan keromantisan sebuah momen bahagia seperti lamaran atau pernikahan.

Ketiga, pesantren bukan hanya tempat untuk belajar keislaman, tetapi juga dapat menjadi tempat untuk menemukan cinta sejati.

Kesimpulan

Kisah lamaran masal di pesantren ini menjadi salah satu kisah cinta yang mengharukan di tengah pandemi ini. Dengan melangsungkan lamaran di pesantren, pasangan muda ini ingin mengenang kembali kenangan indah di pesantren serta mengajak seluruh penghuni pesantren untuk turut serta dalam momen bahagia mereka.

Pesan moral yang dapat diambil dari kisah ini pun sangat penting, bahwa cinta dapat lahir di mana saja dan tidak ada hal yang dapat menghalangi keindahan dan keromantisan sebuah momen bahagia seperti lamaran atau pernikahan.