Sel Darah Merah: Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya

Posted on

Sel darah merah atau eritrosit merupakan salah satu jenis sel darah yang paling banyak terdapat di dalam tubuh manusia. Sel ini memiliki bentuk bulat pipih dengan diameter sekitar 7-8 mikrometer. Fungsi utama dari sel darah merah adalah mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh dan membawa karbon dioksida kembali ke paru-paru untuk dikeluarkan dari tubuh.

Pengertian Sel Darah Merah

Sel darah merah atau eritrosit adalah salah satu jenis sel darah yang terdapat di dalam tubuh manusia. Sel ini memiliki warna merah karena mengandung pigmen hemoglobin yang berperan dalam mengikat oksigen dan karbon dioksida dalam darah. Sel darah merah dibentuk dalam sumsum tulang dan memiliki umur sekitar 120 hari sebelum akhirnya dihancurkan oleh sistem kekebalan tubuh.

Fungsi Sel Darah Merah

Fungsi utama dari sel darah merah adalah mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh dan membawa karbon dioksida kembali ke paru-paru untuk dikeluarkan dari tubuh. Hal ini dimungkinkan berkat kandungan hemoglobin yang terdapat di dalam sel darah merah. Hemoglobin akan mengikat oksigen di paru-paru dan melepaskannya di jaringan tubuh yang membutuhkan oksigen.

Sel darah merah juga memiliki peran dalam menjaga keseimbangan pH darah. Sel ini akan membawa karbon dioksida yang terbentuk di dalam tubuh ke paru-paru untuk dikeluarkan. Hal ini akan membantu menjaga pH darah tetap stabil dan menghindari terjadinya asidosis atau alkalisosis.

Jenis-jenis Sel Darah Merah

Secara umum, terdapat dua jenis sel darah merah yang berbeda dalam hal sifat dan bentuknya, yaitu:

1. Sel Darah Merah Normal

Sel darah merah normal memiliki bentuk bulat pipih dengan diameter sekitar 7-8 mikrometer. Sel ini terdiri dari membran sel yang tipis dan fleksibel sehingga memungkinkan sel untuk melalui pembuluh darah yang sempit. Sel darah merah normal memiliki umur sekitar 120 hari sebelum akhirnya dihancurkan oleh sistem kekebalan tubuh.

2. Sel Darah Merah Abnormal

Sel darah merah abnormal dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti kelainan genetik atau penyakit tertentu. Beberapa jenis sel darah merah abnormal antara lain:

a. Sel Darah Merah Sferosit

Sel darah merah sferosit memiliki bentuk bulat dan kecil, sehingga lebih sulit untuk melalui pembuluh darah yang sempit. Sel ini juga lebih mudah pecah karena kurang fleksibel, sehingga dapat menyebabkan anemia hemolitik.

b. Sel Darah Merah Sikel

Sel darah merah sikel memiliki bentuk seperti sabit dan kurang fleksibel. Hal ini membuat sel sulit melalui pembuluh darah yang sempit dan dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah. Sel darah merah sikel juga lebih mudah pecah dan dapat menyebabkan anemia sel sabit.

c. Sel Darah Merah Eliptosit

Sel darah merah eliptosit memiliki bentuk oval atau elips dan lebih sulit untuk melalui pembuluh darah yang sempit. Sel ini juga lebih mudah pecah dan dapat menyebabkan anemia hemolitik.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produksi Sel Darah Merah

Produksi sel darah merah dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

1. Hormon Eritropoietin

Hormon eritropoietin diproduksi oleh ginjal dan berperan dalam merangsang produksi sel darah merah dalam sumsum tulang.

2. Zat Besi

Zat besi dibutuhkan untuk produksi hemoglobin dalam sel darah merah. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia.

3. Vitamin B12 dan Asam Folat

Vitamin B12 dan asam folat dibutuhkan untuk produksi DNA dalam sel darah merah. Kekurangan kedua zat ini dapat menyebabkan anemia megaloblastik.

Penyakit yang Berhubungan dengan Sel Darah Merah

Berbagai penyakit dapat mempengaruhi jumlah dan kualitas sel darah merah, antara lain:

1. Anemia

Anemia terjadi ketika jumlah sel darah merah dalam tubuh kurang dari normal atau ketika sel darah merah tidak mampu berfungsi dengan baik. Anemia dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kekurangan zat besi, kekurangan vitamin B12 atau asam folat, penyakit ginjal, dan sebagainya.

2. Polisitemia Vera

Polisitemia vera adalah penyakit yang ditandai dengan peningkatan jumlah sel darah merah yang tidak normal. Hal ini dapat menyebabkan pembuluh darah tersumbat dan meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung atau stroke.

3. Hemoglobinuria Paroksismal Nocturna

Hemoglobinuria paroksismal nocturna adalah penyakit langka yang ditandai dengan penghancuran sel darah merah oleh sistem kekebalan tubuh. Hal ini dapat menyebabkan anemia, trombosis, dan gagal ginjal.

Kesimpulan

Sel darah merah atau eritrosit adalah salah satu jenis sel darah yang memiliki fungsi utama dalam mengangkut oksigen dan karbon dioksida dalam tubuh. Sel darah merah dibentuk dalam sumsum tulang dan memiliki umur sekitar 120 hari sebelum dihancurkan oleh sistem kekebalan tubuh. Terdapat dua jenis sel darah merah yang berbeda, yaitu normal dan abnormal. Produksi sel darah merah dipengaruhi oleh hormon eritropoietin, zat besi, vitamin B12, dan asam folat. Berbagai penyakit dapat mempengaruhi jumlah dan kualitas sel darah merah, seperti anemia, polisitemia vera, dan hemoglobinuria paroksismal nocturna.