Contoh Simbiosis Parasitisme: Hubungan Parasit dan Inangnya

Posted on

Simbiosis parasitisme adalah hubungan simbiosis antara parasit dan inangnya yang merugikan inangnya. Parasit merupakan organisme yang hidup dengan mengambil nutrisi dan sumber daya dari inangnya tanpa memberikan manfaat apapun bagi inangnya. Inangnya pun akan mengalami kerugian baik secara fisik maupun biologis. Berikut ini adalah beberapa contoh simbiosis parasitisme yang dapat ditemukan di alam.

1. Cacing Tambang dan Manusia

Cacing tambang adalah parasit yang hidup di dalam usus manusia dan hewan. Cacing ini dapat menyerang manusia melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi telur cacing tambang. Setelah masuk ke tubuh manusia, telur cacing ini akan menetas dan menjadi cacing dewasa yang hidup di dalam usus manusia. Cacing tambang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti anemia, diare, dan kekurangan gizi.

2. Kutu Kucing dan Kucing

Kutu kucing adalah parasit yang hidup di bulu kucing. Kutu ini menghisap darah kucing dan dapat menyebabkan rasa gatal pada kulit kucing. Kutu kucing juga dapat menyebabkan infeksi kulit dan penyebaran penyakit.

3. Tungau Sarcoptes dan Anjing

Tungau Sarcoptes adalah parasit yang hidup di dalam kulit anjing. Tungau ini menggali terowongan di dalam kulit anjing dan menyebabkan rasa gatal yang sangat parah. Anjing yang terinfeksi tungau Sarcoptes dapat mengalami kerontokan bulu dan infeksi kulit yang parah.

4. Cacing Hati dan Manusia

Cacing hati adalah parasit yang hidup di dalam hati manusia. Cacing ini masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi telur cacing hati. Setelah masuk ke dalam tubuh manusia, telur cacing ini menetas dan menjadi cacing dewasa yang hidup di dalam hati manusia. Cacing hati dapat menyebabkan kerusakan hati yang parah dan mengancam nyawa manusia.

5. Leech dan Hewan Darat

Leech adalah parasit yang hidup di dalam tubuh hewan darat seperti kuda, sapi, dan kambing. Leech ini menghisap darah hewan darat dan dapat menyebabkan anemia pada hewan darat. Leech juga dapat menyebabkan penurunan berat badan dan kesehatan pada hewan darat yang terinfeksi.

6. Cacing Pita dan Manusia

Cacing pita adalah parasit yang hidup di dalam usus manusia dan hewan. Cacing ini masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi telur cacing pita. Setelah masuk ke dalam tubuh manusia, telur cacing ini menetas dan menjadi cacing dewasa yang hidup di dalam usus manusia. Cacing pita dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti diare, sakit perut, dan kekurangan gizi.

7. Lain-lain

Selain contoh-contoh simbiosis parasitisme di atas, masih banyak lagi contoh simbiosis parasitisme yang dapat ditemukan di alam. Beberapa contoh lainnya adalah parasit pada tanaman, parasit pada ikan, dan parasit pada serangga. Semua contoh simbiosis parasitisme ini memiliki kesamaan yaitu merugikan inangnya dan memberikan manfaat bagi parasit.

Kesimpulan

Simbiosis parasitisme adalah hubungan simbiosis antara parasit dan inangnya yang merugikan inangnya. Beberapa contoh simbiosis parasitisme yang dapat ditemukan di alam antara lain cacing tambang dan manusia, kutu kucing dan kucing, tungau Sarcoptes dan anjing, cacing hati dan manusia, leech dan hewan darat, serta cacing pita dan manusia. Semua contoh simbiosis parasitisme ini memiliki kesamaan yaitu merugikan inangnya dan memberikan manfaat bagi parasit.