Website Sedang Dalam Pengembangan Mohon Maklum

Cara Membuat Hay, Pengertian Hay, Tujuan Pembuatan Hay, dan Prinsipnya

Cara Membuat Hay, Hay Adalah, Tujuan Pembuatan Hay, dan Prinsipnya pembahasan Kita kali ini mengenai cara membuat Hay, Hay adalah, Tujuan pembuatan ha
Cara Membuat Hay
Cara Membuat Hay, Pengertian Hay, Tujuan Pembuatan Hay, dan Prinsipnya

Cara Membuat Hay, Pengertian Hay, Tujuan Pembuatan Hay, dan Prinsipnya

Cara Membuat Hay - Halo gaes! Balik lagi di SEO KILAT pusat informasi dan solusi. Pada artikel sebelumnya Kita telah mempelajari apa saja syarat penyimpanan pakan dan metode dalam penyimpanan pakan yang tepat. Nah! masih berkaitan dengan pakan, di sini Kita akan jelaskan ke kalian, mulai dari mengenal pengertian apa itu Hay, Cara Membuat Hay, Tujuan pembuatan Hay, 

Pengertian Hay

Hay adalah hijauan kering yang merupakan bahan pakan, yang berasal dari hijauan segar yang sengaja dikeringkan agar tahan disimpan lebih lama. Sehingga dapat digunakan sebagai bahan pakan pada waktu tertentu (musim kemarau, musim dingin). 

Tujuan Pembuatan Hay dan Prinsip Pembuatan Hay

Pembuatan hay bertujuan untuk menyediakan hijauan sebagai pakan ternak pada saat kritis dan pada saat ternak diangkut untuk jarak jauh. Prinsip dasar pembuatan hay adalah dengan cara mengeringkan hijauan baik secara alami (menggunakan sinar matahari) maupun menggunakan mesin pengering (dryer). Pengeringan dilakukan sampai penurunan kadar air hijauan dimungkinkan untuk disimpan dengan aman tanpa mengalami banyak kerusakan atau kerugian zat-zat makanan. Adapun kandungan air hay yang dikehendaki adalah sebesar 12 - 20%. Hal ini dimaksudkan agar hijauan saat disimpan sebagai hay tidak ditumbuhi jamur, karena Jamur akan merusak kualitas hijauan yang diawet menjadi hay. 

Cara Membuat Hay yang Berkualitas

Dalam pembuatan hay yang berkualitas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, berikut di bawah ini adalah tahapan apa saja yang diperlukan saat membuat hay.

a) Kualitas hijauan 
Hijauan yang akan dibuat hay sebaiknya memenuhi persyaratan sebagai berikut : 

  • Bertekstur halus; 
  • Dipanen pada awal musim berbunga; 
  • Dipanen dari area yang subur. 

b) Waktu pemanenan/pemotongan 
Hijauan yang akan dibuat hay sebaiknya dipotong pada stadium pertumbuhan yang tepat, selain itu hijauan yang telah dipanen usahakan jangan sampai karena apabila kehujanan maka kualitas hijauan tersebut akan menurun. 

c) Lamanya waktu proses pembuatan 
Proses pengeringan yang berlangsung terlalu lama akan mengakibatkan kehilangan nutrisi dan memudahkan tumbuhnya jamur, sehingga akan menurunkan kualitas hay. 

d) Cara pengeringan dan penanganan 
Cara membuat hay sebenarnya cukup sederhana, karena inti dari proses pembuatan hay adalah melakukan pengeringan. Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah kadar air dalam hay harus berkisar antara 12-20 persen. Kualitas hay yang baik juga ditentukan oleh cara pengeringan dan penanganannya. Dua macam cara pengeringan yaitu secara alami dan menggunakan alat pengering drayer. Kedua cara tersebut memiliki kelemahan dan keunggulan. 

Pembuatan hay secara alami memiliki keunggulan diantaranya biaya murah, kelemahan sangat tergantung pada kondisi alam, jika pada waktu proses pengolahan alam tidak mendukung, misalnya (mendung) maka proses berlangsung pembuatan hay akan lama dan biasanya kualitas hay kurang baik. Apabila menggunakan alat kelemahannya perlu modal yang banyak, keunggulannya proses tidak tergantung alam dan dimungkinkan hasil lebih baik karena suhu dan waktu bisa diatur. 

e) Penyimpanan
Penyimpanan hay yang dilakukan sebelum cukup kering dapat dirusak oleh proses pembakaran spontan dan hay yang mengandung kadar air berlebihan, cenderung berjamur. Hay yang seperti ini tidak baik digunakan sebagai pakan ternak. Sebaiknya hay yang akan disimpan lama dibungkus palstik untuk menekan kehilangan nutrisi pengaruh lingkungan. Agar hay dapat lebih awet disimpan, perlu diberi pengawet. Pengawet yang dapat digunakan antara lain : 

- Garam dapur (NaCl)
Garam sebagai pengawet diberikan 1-2%. Garam ini dapat mencegah timbulnya panas karena kandungan uap air, dapat mengontrol aktivitas mikroba, dan dapat menekan pertumbuhan jamur.

- Asam propionat
Asam propionat berfungsi sebagai fungisidal dan fungistatik yaitu mencegah dan memberantas jamur yang tumbuh dan tidak menambah jumlah jamur yang tumbuh. Pemberian untuk hay yang diikat (dipak) sebanyak 1% dari berat hijauan. 

- Amonia (NH3) cair
Amonia cair berfungsi sebagai fungisidal dan pengawet, mencegah timbulnya panas, meningkatkan kecernaan hijauan dan memberikan tambahan Nitrogen yang bukan berasal dari protein (NPN).

Kriteria Keberhasilan Pembuatan Hay

a) Tetap berwarna tetap hijau meskipun ada sebagian yang berwarna kekuning -kuningan. 

b) Daun yang rusak tidak banyak, bentuk hijauan masih tetap utuh dan jelas, tidak terlalu kering sebab akan mudah patah. 

c) Tidak kotor dan tidak berjamur. 

d) Rasio daun lebih banyak, batang lebih sedikt. 

e) Lemas, mudah dibengkokan. 

f) Disukai ternak. 

Mungkin ini saja pembahasan Kita kali ini mengenai cara membuat Hay, pengertian Hay, Tujuan pembuatan hay dan prinsipnya. Semoga dengan informasi yang sudah Kita bahas di atas, dapat memberikan manfaat. Khususnya bagi para pelajar dan peternak di Indonesia. Jangan lupa, untuk membagikan artikel ini ke sosial media Kalian agar semakin banyak yang mengetahui seputar dunia peternakan.

Lainnya: Syarat Penyimpanan Pakan

Sumber: Buku Dasar-dasar Peternakan 1 Kelas 10 - Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.