Website Sedang Dalam Pengembangan Mohon Maklum

Biosecurity Peternakan: Pengertian, Tujuan, dan Prinsip Penerapannya

Biosecurity Peternakan: Pengertian, Tujuan, dan Prinsip Penerapannya pembahasan kita kali ini mengenai Biosecurity Peternakan: Pengertian, Tujuan, dan
Biosecurity Peternakan
Biosecurity Peternakan: Pengertian, Tujuan, dan Prinsip Penerapannya

Pengertian Biosecurity Peternakan

Pengertian Biosecurity Peternakan – Biosecurity berasal dari dua kata yaitu Bio berarti hidup dan Security berarti perlindungan atau pengamanan. Jadi defenisi biosecurity dapat diartikan sebagai salah satu program yang digunakan untuk melindungi atau mengamankan ternak dari beberapa organisme yang menyebabkan ternak terjangkit penyakit.

Biosecurity juga dapat diartikan sebagai usaha yang dilakukan untuk mencegah kontak ternak dengan agen atau sumber penyakit sehingga dapat menekankan resiko dan konsekuensi dari penularan penyakit. Biosecurity ini biasanya diterapkan pada peternakan unggas (Ayam, Bebek, Itik, dan sebagainya), dan peternakan ruminansia (Domba, Kambing, Sapi dan sebagainya).

Sumber-Sumber Penyakit Pada Peternakan

Ada beberapa sumber penyakit pada ternak di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Ternak (sakit, bangkai, ternak pembawa penyakit atau disebut ternak carrier).
  • Manusia (anak kandang, tamu).
  • Pakan, air minum, kotoran ternak, dan limbah peternakan.
  • Hama (rodensia, seperti tikut dan berbagai macam serangga).
  • Burung dan unggas lain (burung yang sering masuk ke area peternakan, seperti burung merpati liar) dan hewan lain (anjing, kucing dan sebagainya).

Tujuan Utama Penerapan Biosecurity

Ada beberapa tujuan dari penerapan biosecurity pada hewan ternak, yaitu:

  • Meminimalkan keberadaan penyebab sumber penyakit.
  • Meminimalkan kesempatan agen berhubungan dengan induk semang.
  • Membuat tingkat kontaminasi pada lingkungan oleh agen penyakit semenimal mungkin (Zainuddin dan Wibawan, 2007).

Prinsip Utama Penerapan Biosecurity

Penerapan biosecurity pada peternakan dibagi  menjadi tiga bagian utama, yaitu isolasi, pengendalian lalu lintas (kontrol lalu lintas) dan sanitasi.

1. Isolasi
Isolasi adalah penempatan atau pemisahan ternak dari suatu tempat ketempat lainnya. Bertujuan untuk menentukan menghindari penularan penyakit yang terjangkit dan mempermudahkan pengontrolan dan pengobatan ternak yang terserang.

2. Pengendalian Lalu Lintas (Kontrol Lalu Lintas)
Pengendalian lalu lintas adalah pencegahan yang dilakukan pada lalu lintas ke peternakan dan lalu lintas di dalam peternakan. Pengendalian lalu lintas tersebut, meliputi pada manusia, peralatan, dan bahan yang dibawah ke peternakan. Pengendalian ini berupa penyediaan fasilitas dipping dan spraying pada pintu masuk untuk kendaraan, penyemprotan desinfektan untuk peralatan kandang, sopir, dan petugas lainnya mengganti pakaian khusus. Tujuan pengendalian lalu lintas untuk menghindari masuknya agen atau penyakit ke dalam area peternakan.

3. Sanitasi
Sanitasi adalah salah satu program pembersihan agen penyakit yang menyebabkan ternak terjangkit. Sanitasi ini, seperti membersihkan peralatan yang digunakan, feses (kotoran ternak), sisa pakan dan air minum.  Tujuan sanitasi untuk menghindari penyebaran penyakit  dan memutuskan siklus penyakit di area peternakan.

4. Kontrol Hama
Kontrol hama adalah pembersihan hama yang menyebabkan penyakit timbul di area peternakan. Kontrol hama dapat dilakukan dengan membersihan area perkandangan, meliputi membersihkan gulma atau rumput agar tidak menjadi sarang agen-agen pembawa penyakit dan dilakukan program pembasmian serangga dan tikus, sebagai agen pembawa penyakit.

Mungkin demikian saja pembahasan kita kali ini mengenai Biosecurity Peternakan: Pengertian, Tujuan, dan Prinsip Penerapannya. Semoga dengan informasi dari Kami ini dapat membantu para pembaca untuk lebih memahami dunia peternakan. Jangan lupa seperti biasa, bagikan artikel ini ke sosial media Kalian agar semakin memberi banyak manfaat bagi para peternak Indonesia.

Lainnya: Jenis jenis Domba