Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Komoditas Hasil Perikanan: Pengertian, Klasifikasi dan Struktur

Pengertian Komoditas Hasil Perikanan
Pengertian Komoditas Hasil Perikanan

Komoditas Hasil Perikanan

Seperti judul yang kita lihat bersama, di sini kita akan membahas secara singkat dan padat tentang pengertian Komoditas Hasil Perikanan, pengelompokan/klasifikasi, sifat morfologi ikan, dan Struktur ikan, Baik! untuk mempersingkat waktu, mari langsung saja simak penjelasan detail dari kami di bawah ini.

Pengertian Komoditas Hasil Perikanan

Komoditas hasil perikanan secara umum adalah semua sumber perikanan yang diperoleh dari perairan darat maupun laut yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan manusia maupun keperluan lainnya (Djojosentono dkk., 1982). Merujuk dari pengertian tersebut, yang termasuk ke dalam hasil perikanan tidak terbatas hanya ikan dengan segala jenisnya, akan tetapi semua hasil perikanan seperti udang, kepiting, kerang, tripang, cumi-cumi, rumput laut dan hasil perikanan lainnya dikelompokkan ke dalam komoditas ini. 

Hasil-hasil perikanan secara umum dapat diklasifikasikan sebagai berikut : Ikan , contoh : tuna, bawal, kembung, lemuru, Udang, contoh : udang barong, udang jerbung, udang galah, Kerang-kerangan, contoh : kerang, remis, bukur, simping, Rumput laut, contoh ; Echeumas, laminaria. 

Pengelompokan/Klasifikasi Ikan

Khususnya ikan dengan segala jenisnya, dapat dikelompokkan berdasarkan tempat hidup atau habitatnya yaitu: 

a). Ikan laut 

b). Ikan darat dan 

c) Ikan migrasi. 

Ikan laut adalah ikan yang hidup dan berkembang biak di laut yang airnya berasa asin. Apabila ikan laut ini diangkat dan dimasukkan ke dalam air tawar, maka ikan tersebut akan mati. Berdasarkan kedalaman laut dimana ikan dapat hidup dan berkembang biak, maka ikan laut dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu ikan yang dapat berkembang biak di lapisan enpkotik dan dispatik. Lapisan enpkotik adalah laut dengan kedalaman air dari permukaan sampai 80 meter, sedangkan dispatik mempunyai kedalaman 80 meter sampai 200 meter yang disebut daerah Pelagium. Ikan yang hidup di lapisan pelagium dinamakan ikan pelagis, Contoh ikan hering dan tuna. Golongan kedua adalah ikan yang dapat hidup dan berkembang biak pada kedalaman air dari 200 meter sampai dasar laut atau disebut dengan lapisan Bethylium, contoh ikan kod . 

Ikan darat adalah ikan yang hidup dan berkembang biak di air tawar, misalnya di sungai, danau, kolam atau rawa. Contohnya adalah ikan mas, mujair, gurame, tawes, lele, nila dan sebagainya. Seperti halnya ikan laut, apabila ikan darat dipindahkan ke laut, maka golongan ikan darat ini akan mengalami kematian juga. 

Ikan migrasi adalah golongan ikan yang hidup di laut tetapi bertelur di sungai-sungai, contoh ikan salem. Beberapa jenis ikan perlu mendapatkan perhatian karena racun yang dikandungnya. Racun tersebut biasanya terdapat di bagian kepala atau isi perutnya, jarang dijumpai racun ikan terkandung di bagian daging. 

Jenis ikan beracun tentu saja tidak dapat dikonsumsi oleh manusia. Beberapa jenis ikan yang tergolong beracun adalah: 

a. Ikan buntek (Globe Fish)

b. Beberapa jenis Mullet (sebangsa belanak)

c. Baracuda (alu-alu) 

d. Sturgen Fishes

e. Puffers

f. Ilisha dan anggota-anggota dari Tetradontidae seperti Trigger Fish, Sevell Fish dan Ocean sun fish.

Sifat Morfologi Ikan

Tinjauan morfologi erat kaitannya dengan bentuk, ukuran, dan warna. Bentuk beberapa jenis ikan bermacam-macam, ada yang berbentuk pipih, peluru torpedo, panah, bahkan ada yang bentuknya menyerupai ular. Ikan yang mempunyai bentuk pipih contoh ikan tambak, sedangkan yang berbentuk peluru torpedo adalah ikan tuna, salem, kod, dan hering. Ikan berbentuk parang contoh ikan panah, dan yang bentuknya menyerupai ular adalah ikan belut.

Ukuran dari komoditas ikan sangat beragam dikaitkan dengan kebiasaan atau selera pada saat dikonsumsi. Jenis ikan yang sama seringkali dipasarkan dengan berbagai ukuran menyesuaikan keinginan dan selera konsumen.

Ikan mas misalnya, ada yang dijual dengan ukuran kecil untuk tujuan digoreng, sedangkan untuk pepes dibutuhkan ikan mas dengan ukuran sedang sampai besar. Jenis ikan teri biasanya dihendaki ukuran ikan yang sangat kecil. Ukuran juga dapat digunakan untuk mengelompokkan ikan berdasarkan mutunya (grading), contoh udang. Udang dengan ukuran besar harganya juga lebih mahal dibandingkan dengan udang dengan ukuran sedang maupun kecil.

Sifat morfologi yang berkaitan dengan warna ikan sangat menarik untuk dipelajari. Berbagai jenis ikan dengan beraneka warna menjadi kekayaan alam perairan Indonesia yang sudah sepatutnya disyukuri. Warna ikan bermacam-macam mulai dari hitam, abu-abu, kuning, merah, jingga, biru, hijau dan sebagainya. 

Beberapa ikan berwana polos hanya mengandung satu warna, sedangkan yang lainnya ada yang berwarna belang-belang terdiri dari beberapa warna. Warna ikan pada umumnya selain berfungsi untuk mempercantik diri, juga berfungsi sebagai pertahanan diri untuk menyamar atau bersembunyi dari serangan musuh. 

Sel yang menjadi sumber warna pada ikan disebut kromatofora atau iridosit. Kromatofora menimbulkan warna-warni pada kulit ikan seperti merah, kuning, hitam dan sebagainya. Iridosit (disebut juga sel cermin) dapat menimbulkan sifat pemantulan cahaya yang besar sehingga kulit ikan kelihatan berkilau. 

Struktur Ikan 

Struktur ikan dapat dibagi menjadi tiga bagian utama yaitu : kepala, badan, dan ekor. Pada masing-masing bagian utama tersebut didukung oleh struktur yang juga sangat penting. Pada bagian kepala terdapat insang. Bagian badan ikan melekat kulit, otot daging, dan perut. Bagian perut terdapat bermacam-macam sirip yang terdiri dari sirip dada, sirip perut, sirip anus, dan sirip punggung. Bagian ekor terdapat sirip ekor.

Rangka tubuh ikan ditopang oleh tulang-tulang dan tulang rawan yang membujur dari depan ke belakang. Bagian utama rangka adalah tulang belakang yang terdiri dari berpuluh-puluh tulang belakang. Tulang rusuk ikan yang tumbuh pada bagian depan tulang belakang berfungsi untuk menjaga bagian isi perut. Pada beberapa jenis ikan, tulang rusuk ini sangat panjang, tetapi pada beberapa jenis lainnya sangat pendek. 

Demikian pembahasan kita kali ini terkait Komoditas Hasil Perikanan, mulai dari pengertian, klasifikasi pengelompokkan, sifat morfologi, dan strukturnya. Semoga pembahasan ini memberi manfaat bagi para pembaca dan memahami dengan benar secara ilmiah tentang komoditas hasil perikanan. Jangan lupa bagikan artikel ini ke sosial media kalian agar semakin banyak orang-orang yang memahami terkait komoditas ini.

Lainnya: Pengertian Daging

Daftar Pustaka:

Teknologi Pangan Jilid 1 untuk SMK/oleh Sri Rini Dwiari, Danik Dania Asadayanti, Nurhayati, Mira Sofyaningsih, Sandi Frida A.R. Yudhanti, Ida Bagus Ketut Widyana Yoga ---- Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2008. 

Akhbar Sanusi
Akhbar Sanusi Pernah Mengajar di : Madrasah Ibtidaiyah Jamilurrahman Assalafy, SDIT Al-Hanif Cilegon, Ma'had An-Ni'mah Mencirim Sumatera Utara, Penulis Ebook SEO Storm Resistant, desainer, dan mentor SEO Fundamental

Posting Komentar untuk "Komoditas Hasil Perikanan: Pengertian, Klasifikasi dan Struktur"

Butuh Lowongan Kerja? Yuk! Gabung ke dalam Grup Lowongan Kerja IT dan Remote