Biaya Oportunitas: Pengertian, Contoh dan Ciri cirinya

Semoga pengertian biaya oportunitas yang kami bawa dapat memberi kefahaman tentang apa itu biaya oportunitas, contoh biaya oportunitas, dan ciri cirin
Contoh Biaya Oportunitas
Biaya Oportunitas

Apa itu Biaya Oportunitas?

Dalam kehidupan sehari-hari, setiap masyarakat dapat berbeda dalam hal siapa yang menentukan pilihan dan bagaimana pilihan tersebut ditentukan. Hal ini akan bergantung pada sistem perekonomian yang dianut oleh suatu masyarakat. Walaupun demikian, kebutuhan untuk memilih berlaku umum untuk semua masyarakat. Jika kelangkaan mengharuskan adanya kebutuhan memilih, pilihan secara tidak langsung menandakan adanya biaya. Artinya, keputusan untuk memproduksi sesuatu lebih banyak memerlukan keputusan untuk memproduksi sesuatu yang lain lebih sedikit. Lebih sedikitnya memproduksi sesuatu yang lain dianggap sebagai biaya memproduksi sesuatu lebih banyak. Dengan demikian, muncullah apa yang dinamakan biaya oportunitas. Untuk lebih jelasnya, coba simak pengertian biaya oportunitas menurut Darsono.

Menurut Darsono biaya oportunitas atau biaya peluang (opportunity cost) adalah manfaat yang di korbankan pada saat memilih satu diantara beberapa alternative kesempatan untuk memperoleh benefit yang dikorbankan pada saat memilih satu diantara beberapa alternative kesempatan untuk memperoleh benefit laba atau keuntungan.

Pengetahuan lain: Pengertian penelitian

Paul A. Samuelson dan William D. Nordhaus mengatakan bahwa biaya oportunitas dari suatu keputusan terjadi karena melakukan pilihan terhadap barang langka dengan mengorbankan barang lain. Biaya oportunitasnya adalah nilai dari barang atau jasa yang dilepaskan. Sejalan dengan pengertian tersebut, Lipsey mengartikan biaya oportunitas adalah biaya yang dikorbankan untuk menggunakan sumber daya bagi tujuan tertentu, yang diukur dengan manfaat yang dilepasnya karena tidak digunakan untuk tujuan lain. Dengan kata lain, diukur dengan satuan barang lain yang seharusnya bisa diperoleh.

Berdasarkan konsep biaya oportunitas tersebut, bahwa dalam menentukan pilihan banyak sekali kelangkaan memaksa seseorang untuk mengorbankan aktivitas alternatifnya. Hal tersebut menyebabkan seseorang kehilangan kesempatan untuk mengerjakan sesuatu yang lain. Misalnya, Paula adalah lulusan sarjana ekonomi. Di samping sarjana ekonomi, Paula juga ahli pemrograman komputer. Sebagai ahli pemrograman komputer, Paula telah digaji sebesar Rp2.000.000,00 per bulannya. Namun, naluri kewanitaan Paula memutuskan untuk menjadi dosen di suatu perguruan tinggi negeri. 

Dengan keputusannya tersebut, Paula telah kehilangan kesempatan untuk memperoleh pendapatan sebagai seorang ahli pemrograman komputer. Hilangnya kesempatan untuk memperoleh pendapatan dari bekerja sebagai ahli pemrograman komputer merupakan biaya oportunitas. Contoh lain, setelah lulus SMA Beti memutuskan untuk melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi negeri, tetapi Beti memutuskan untuk bekerja sehingga ia akan mendapat gaji per bulan sebesar Rp1.000.000,00. Jika ia kuliah, diperlukan biaya untuk SPP, buku-buku, tugas, uang kos, pakaian, dan biaya lainnya yang semuanya berjumlah Rp1.500.000,00 per bulan. Jadi, opportunity cost Beti untuk melanjutkan kuliah adalah sebesar Rp12.000.000,00 (gaji bekerja) selama satu tahun. Jika tidak bekerja dan melanjutkan kuliah, biaya yang dikeluarkan selama satu tahun sebesar Rp18.000.000,00 (biaya kuliah).

Contoh Biaya Oportunitas

Misalnya, seorang petani memiliki sebidang lahan. Ia memiliki dua pilihan, lahan tersebut akan ditanami padi atau jagung. Jika petani menanam jagung, akan menghasilkan 100 kg jagung. Namun apabila petani memilih menanam padi, ia akan mendapat 150 kg padi. Tentu saja, petani harus memilih salah satu, akhirnya petani lebih memilih menanam padi karena menghasilkan lebih banyak, sehingga kesempatan menanam jagung harus dikorbankan.

Ilustrasi lain, seseorang anak dijanjikan oleh orang tuanya jika dalam kenaikan kelas nanti memperoleh ranking 1 di kelasnya akan diajak berlibur. Setelah kenaikan kelas si anak menempati ranking 1 di kelasnya dan orang tuanya telah menjadwalkan akan berlibur ke Bali. Setelah tanggal berangkat berlibur ditentukan, si anak mendapatkan perintah dari sekolahnya untuk mengikuti lomba sains mewakili sekolahnya ke tingkat provinsi. Setelah didiskusikan dengan orang tuanya tentang permasalahan tersebut si anak memilih maju lomba sains mewakili sekolahnya, sementara orang tua dan saudaranya tetap berlibur ke Bali. Karena telah memilih satu dari kedua alternatif maka kesempatan berlibur ke Bali bersama keluarganya hilang. Inilah yang dimaksud dengan biaya peluang yang diukur dengan kesempatan.

Sebenarnya dalam kehidupan kita sehari-hari, sering terjadi biaya peluang. Hal ini terjadi karena keterbatasan kemampuan manusia yang tidak dapat melakukan lebih dari satu kegiatan dalam waktu yang bersamaan. Sehingga manusia dituntut untuk berpikir agar memilih alternatif yang paling menguntungkan sekaligus meminimalisir besarnya biaya peluang.

Keputusan seorang individu untuk bekerja juga berhubungan dengan sejauhmana ia bersedia mengalokasikan waktu untuk bekerja dan tidak bekerja.Opportunity cost (biaya kesempatan) dari bekerja adalah hilangnya waktu untuk tidak bekerja (leisure time) yang dapat digunakan untuk kegiatan lainnya. Misalnya, berkumpul dengan keluarga, belanja, bersenang-senang, sebaliknya biaya oportunitas dari tidak bekerja adalah hilangnya pendapatan.

Ciri-Ciri Biaya Peluang

Mungkin banyak yang belum menyadari kalau perhitungan biaya peluang tidak selalu berhubungan dengan uang. Bisa berupa waktu, kesenangan, keuntungan di masa depan dan lain-lain

  • Memiliki banyak kemungkinan penggunaan
  • Pengambilan keputusan biaya peluang tergantung pada tujuan dan situasi individu
  • Biasanya merupakan suatu kebutuhan sekunder atau tertier

Mungkin itu saja kali ini yang dapat kami susun dari berbagai sumber. Semoga pengertian biaya oportunitas yang kami bawa dapat memberi kefahaman tentang apa itu biaya oportunitas, contoh biaya oportunitas, dan ciri cirinya.

Pengetahuan lain: Hasil tambang di Indonesia

Sumber

  • Mengasah Kemampuan Ekonomi 1 : Untuk Kelas X Sekolah Menengah Atas/Mandrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Sosial / penulis, Bambang Widjayanto, Aristanti Widyaningsih, Heraeni Tanuatmodjo ; editor, Hufron Sofiyanto, Edi Sumadi Sadikin. -- Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.
  • https://89guru.blogspot.com/2016/06/masalah-ekonomi-dan-cara-mengatasinya_20.html
  • https://seputarpengertian.blogspot.com/2016/08/pengertian-biaya-peluang-ciri-ciri-dan.html