Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa itu Kasus Datif Dalam Bahasa Turki?

Oke sobat! kembali lagi mempelajari seputar bahasa Turki. Di sini aku akan bawakan sebuah materi tentang apa itu kasus datif daalam bahasa Turki. Seperti apa? cek di bawah ini.

Kasus datif dalam bahasa turki
Kasus datif dalam bahasa turki

İsmin Yönelme Durumu (Kasus Datif) dalam Bahasa Turki

Kasus Datif menggambarkan tujuan dari suatu kata benda yang pergi ke suatu tempat. Misal: saya memberi bunga kepada ibu, saya pergi ke sekolah. Maka sekolah dan ibu harus diubah kedalam kasus datif.

1. Apabila kata bendanya berakhiran vokal, tambahkan radikal –ya atau –ye. (sesuaikan dengan hukum keharmonisan):

Contoh:

  • ada (pulau) à adaya
  • müze (museum) à müzeye
  • gazete (surat kabar) à gazeteye
Ilmu bahasa lainnya: Belajar bahasa Jepang dasar

2. Apabila berakhiran konsonan, maka tambahkan radikal –a atau –e. (sesuaikan dengan hukum keharmonisan):

Contoh:

  • duvar (tembok) à duvara
  • arkadaş (teman) à arkadaşa
  • taraf (sisi) à tarafa
  • okul (sekolah) à okula
  • göl (danau) à göle
  • bal (madu) à bala

3. Kata benda yang berakhiran –ç diubah menjadi –c  dan ditambah radikal.

Contoh:

  • sonuç (hasil) à sonuca
  • haç (salib) à haca

4. Beberapa kata benda yang berakhiran –k diubah menjadi –ğ dan ditambah radikal.

Contoh:

  • yatak (ranjang) à yatağa
  • ipek (sutra) à ipeğe

5. Namun ada juga beberapa kata benda berakhiran –k yang langsung ditambahkan radikalnya.

Contoh:

  • ok (panah) à oka

6. Kata benda berakhiran –nk diubah menjadi –ng dan ditambah radikal.

Contoh:

  • ahenk (harmoni) à ahenge
  • renk (warna) à renge

7. Kata benda berakhiran –p biasanya diubah menjadi –b kemudian baru ditambah radikal.

Contoh:

  • çorap (kaus kaki) à çoraba
  • kitap (buku) à kitaba
  • sahip (pemilik) à sahibe

8. Ada beberapa kata benda berakhiran –t langsung ditambahkan radikalnya.

Contoh:

  • ahtapot (cumi) à ahtapota
  • fiyat (harga) à fiyata
Ilmu bahasa lain: Bahasa Arab buah buahan

9. Sebagian lain kata benda akhiran –t diubah menjadi –d kemudian baru tambah radikalnya.

Contoh:

  • kağıt (kertas) à kağıda
  • kurt (serigala) à kurda

Pengecualian

A. Beberapa kata benda berakhiran vokal yang diapit dua konsonan, akan terjadi inversi.

Contoh:

  • karın (perut) à karna
  • isim (nama) à isme
  • burun (hidung) à burna

B. Untuk kata benda yang merupakan sebuah nama orang, nama kota, atau kata-kata yang menggunakan huruf kapital pada awalannya, tidak diberlalukan aturan untuk huruf ç k p t seperti yang dijelaskan diatas. Caranya begini: tambahkan apostrof sebelum radikal lalu tambahkan –a atau –e sebagai radikal apabila berakhiran konsonan, dan tambahlan –ya atau –ye sebagai radikal apabila berakhiran vokal.

Contoh:

  • İstanbul (Istanbul) à İstanbul'a
  • Allah (Allah) à Allah'a
  • Meriç (Meric) à Meriç'e
  • Topkapı (Topkapi) à Topkapı'ya
  • Konya (Konya) à Konya'ya

C. Kata-kata serapan asing tidak terikat pada hukum keharmonisan.

Contoh:

  • kalp (hati) à kalbe
  • kabul (penerimaan) à kabule
  • kontrol (kontrol) à kontrole

Itulah penjelasan singkat kita terkait kasus datif dalam bahasa Turki. Semoga dapat bermanfaat dan membantu kamu dalam memahami bahasa Turki. Sekian dan sampai jumpa lagi.

Ilmu bahasa lainnya: Belajar Bahasa Turki

Sumber : https://belajarbahasadisini.blogspot.com/2012/01/kasus-datif-dalam-bahasa-turki.html

Akhbar Sanusi
Akhbar Sanusi Pernah Mengajar di : Madrasah Ibtidaiyah Jamilurrahman Assalafy, SDIT Al-Hanif Cilegon, Ma'had An-Ni'mah Mencirim Sumatera Utara, Penulis Ebook SEO Storm Resistant, desainer, dan mentor SEO Fundamental

Posting Komentar untuk "Apa itu Kasus Datif Dalam Bahasa Turki?"