Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jelaskan Tahap-Tahap Pra Produksi dalam Multimedia

Tahap-Tahap Pra Produksi
Tahap-Tahap Pra Produksi

Tahap Pra Produksi - Jika kita berbicara mengenai karya multimedia, tentu kita menyadari bahwa ada banyak pihak yang terlibat dalam upaya produksinya, terlebih lebih dalam tahap pra produksi. Nah! Untuk menjawab hal tersebut, di sini kita akan membahas apa saja tahap tahap pra produksi yang harus dilalui untuk mendapatkan sebuah karya multimedia yang baik. 

Pelajari juga: Jenis-jenis format video

Tahap Tahap Pra Produksi

Tapi sebelum itu, kami ingin sedikit mengingatkan kepada para teman-teman yang membaca tulisan ini, bila kamu rasa artikel ini bermanfaat, mohon keikhlasannya untuk membagikan tulisan ini ke sosial media. Dengan sharing artikel tersebut, kamu telah membantu kami untuk lebih menghadirkan konten yang semakin baik pula. Oke! Untuk mempersingkat waktu, mari langsung saja simak uraian materi tentang tahap tahap pra produksi di bawah ini.

1. Tahap Ide

Tahap pra produksi yang pertama adalah ide. Ini adalah sebuah elemen sederhana terpenting yang akan menentukan arah dari sebuah karya. Sebuah karya yang hebat tidaklah datang melainkan dari ide yang brilian. Oleh sebab itu, tidak jarang sebuah perusahaan bahkan kadang mengumpulkan seluruh angora penting untuk menemukan ide yang cemerlang. Atas dasar ini pula, tidak sedikit badan usaha modern saat ini membentuk divisi khusus yang bertugas menemukan ide-ide kreatif.

2. Tahap Narasi atau Penulisan

Setelah menemukan ide, tahap pra produksi berikutnya adalah menyusun atau membangun narasi atau teks. Dalam tahap ini kita akan mendeskripsikan ide yang telah kita temukan, dan menjabarkannya secara rinci serta terstruktur. Penjabaran narasi dalam tahap ini sangat penting, karena akan mempermudah para anggota/pemeran dalam mengeksekusi tugasnya masing-masing. 

Secara struktur, sebuah story atau cerita terbagi menjadi 3 bagian utama, yaitu : pembuka, inti cerita, dan penutup. Di mana pada bagian pembuka, para audiens akan diperlihatkan beberapa setting story, permasalahan, dan tentunya para pemeran atau karakter di dalam cerita.

Kemudian pada bagian inti cerita akan berfokus kepada para pemeran yang berusaha menyelesaikan setiap permasalahan yang sedang dihadapi. Dalam inti cerita biasanya konflik akan terus bermunculan, sehingga hal ini membuat jalan cerita menjadi semakin panjang.

Ohiya! Bagi yang belum tahu apa itu konflik dalam story, sederhananya konflik adalah suatu permasalahan yang berfungsi mengendalikan jalan atau alur cerita. Dengan adanya sebuah konflik dalam cerita, hal tersebut akan memperjelas kedudukan antara pemeran, siapa yang protagonist dan siapa yang antagonis.

3. Tahap Pra Visualisasi

Tahap pra produksi yang ke3 adalah pra visualisasi. Dalam tahap ini pihak produksi bertugas menterjemahkan teks atau narasi yang sudah disusun ke dalam bentuk gambar, grafis, atau pun video. Perlu teman-teman ketahui, sebuah video sebenarnya merupakan gabungan dari beberapa klip image dalam jumlah banyak, disertai dengan pencahayaan, frame, unjuk kerja, serta bentuk transisi.

Nah! Diantara permasalahan terbesar yang dihadapi oleh pihak produksi dalam hal ini adalah bagaimana setiap krue mampu memvisualisasikan setiap elemen narasi senyata mungkin. Sehingga, kesan sebenarnya yang terdapat di dalam cerita, mampu tersampaikan dengan sangat baik.

Ohiya! Dalam tahap pra visualiasi, ternyata ada beberapa bentuk yang perlu kamu ketahui, seperti: membuat storyboard menggunakan pensil, atau menggunakan perangkat lunak khusus, atau membuat klip image dalam sebuah frame, atau bahkan juga bisa dalam bentuk video secara umum.

4. Tahap Perencanaan produksi

Tahap pra produksi yang terakhir adalah perencanaan produksi. Di mana pada sesi ini kita akan membuat sebuah perencanaan secara detail, terkait segala bentuk pekerjaan yang nantinya berfungsi mendukung proses kelancaran produksi.

Meski terdengar sepele, namun perlu untuk diketahui bersama. Perencanaan produksi memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan apakah proses produksi dapat berjalan dengan lancar, tanpa menghadapi hambatan yang bernilai, seperti: kekeliruan dalam perhitungan anggaran, perkiraan masa produksi yang meleset jauh, dan masalah-masalah lainnya. 

Agar tahap pra produksi ini dapat berhasil, kita perlu memperhatikan setiap elemen penting dalam proses produksi, salah satunya yaitu script atau narasi. Kita wajib memperhatikan dan meninjau kembali, property apa saja yang benar benar kita butuhkan. Disamping itu, elemen fisik penting lainnya juga perlu mendapatkan perhatian kita, seperti lokasi, pemeran, wardrobe, dan elemen-elemen pendukung lainnya.

Kita ambil contoh, misalnya ada sebuah scene yang mengambil latar di sebuah desa. Kemudian kita tahu, bahwa dalam script kita terdapat 10 scene yang mengambil latar di desa yang sama. Maka alangkah baiknya bila kita menyelesaikan seluruh scene tersebut dalam waktu yang bersamaan. Tentu saja hal ini akan sangat efisien, mengingat bahwa pengambilan scene secara menyeluruh akan menghemat waktu, dan cost atau biaya produksi.

Pelajari juga: Pihak-pihak yang terlibat dalam proses produksi

Kesimpulan

Untuk menciptakan sebuah karya apapun itu, sejatinya kita membutuhkan yang namanya tahap pra produksi. Semakin besar karya yang dipersiapkan, maka akan semakin banyak dan kompleks pula tahap tahap pra produksi yang harus dilalui.

Akan tetapi, berdasarkan pengalaman pribadi penulis (Owner seokilat.com) ada beberapa karya yang mungkin tidak memerlukan tahap detail seperti di atas. Alasannya adalah karena yang namanya karya tidak harus selalu besar. Walaupun kecil, sebuah karya tetaplah karya. Misal, desain logo. 

Bagi para ahli yang sudah lama berkecimpung dalam desain logo, menciptkan sebuah logo tidak perlu mempersiapkan tahap pra produksi seperti di atas. Cukup beberapa skema sederhana biasanya seorang ahli sudah bisa membuat sebuah logo yang sangat bagus. 

Demikian saja uraian materi singkat kita kali ini mengenai tahap tahap pra produksi dalam multimedia. Semoga apa yang kami sampaikan ini dapat bermanfaat dan membantu para pelajar dalam menjawab pertanyaan soal, atau pun menambah wawasan pengetahuan kamu. Terima kasih dan jangan lupa share yah! Assalamu’alaikum.

Materi ini bertujuan menjelaskan materi pendidikan berdasarkan kurikulum pendidikan nasional. Segala bentuk materi kami terkait tahap pra produksi bukan merupakan upaya untuk mendukung produksi cerita-cerita atau karya yang melanggar syari. 

Pelajari juga: Apa itu Flat Design dan Contohnya

Akhbar Sanusi
Akhbar Sanusi Owner and CEO of seokilat.com. A man energetic, full of passion, and easily touched by sad things.