Widget HTML Atas

Sebutkan Jenis-jenis Format Audio beserta Penjelasannya!

Jenis-jenis Format Audio
Jenis-jenis Format Audio

Jenis-jenis Format Audio - Assalamu’alaikum brader. Balik lagi di kanal informasi seokilat. Pada materi multimedia sebelumnya kita sudah membahas mengenai pengertian grafis dan jenis-jenis format gambar. Bila teman-teman mengamati dengan seksama, setidaknya ada 16 jenis format gambar yang dapat kita fahami.

Nah! Adapun pada artikel singkat kali ini, kita akan jelaskan jenis-jenis format audio dalam kacamata ilmu multimedia. Jadi bagi teman-teman yang ingin mempelajari atau mengenal lebih dalam mengenai jenis-jenis format audio, ini adalah tempat yang tepat. 

Pelajari: Cara Membuat Folder Baru di Laptop

Jenis-Jenis Format Audio Dalam Multimedia

Berbicara mengenai audio, teknologi ini adalah salah satu elemen penting dalam perkembangan multimedia. Tanpa adanya teknologi audio, beragam konten multimedia saat ini tentu akan terasa hambar, khususnya konten dalam bentuk format video. Dengan adanya audio, informasi di dalam sebuah video akan lebih tersampaikan, karena dapat dipresentasikan dengan sangat baik. Yasudah! Daripada kelamaan nungguin bacotan saya, langsung saja simak jenis-jenis format audio selengkapnya di bawah ini.

1. AAC ( Advance Audio Codec )

Format audio pertama dalam daftar ini yaitu AAC. Advance Audio Codec atau yang biasa disebut AAC adalah sistem lossy compression untuk jenis file audio. Format ini dikembangkan oleh Motion Picture Expert Group ( Fraunhofer Institute, Dolby, Sony, Nokia dan AT&T ) yang bertujuan untuk menggantikan format audio MP3. AAC adalah mode perluasan dari MPEG-2 standard dan memiliki kelebihan tersendiri bila kita bandingkan format MP3. Terlebih lagi, format AAC lebih bersifat kompresi dengan kualitas audio yang sangat baik, serta mendukung untuk audio multichannel.

2. AIFF dan AIFC ( Audio Interchange File Format )

Kamu tahu brand Apple? Nah, AIFF dan AIFC adalah jenis format audio yang dikembangkan oleh Apple pada Machintosh dan pada platform Unix. Ini adalah jenis format audio yang tidak dikompress.

3. MP3

Siapa sih yang tidak kenal dengan sebutan MP3? Benar! MP3 atau MPEG-1/2 Audio Layer 3 adalah jenis format audio yang bisa dibilang merupakan format file audio paling poluler. File dengan format MP3 dibuat dengan menggunakan algoritma audio lossy compression, untuk meminimize ukuran file agar menjadi lebih kecil. Format MP3 dikembangkan di German Fraunhofer Institute dengan basis format MPEG. 

Bagi teman-teman generasi 90an, tentu faham betul bahwa format MP3 memulai masa kejayaannya pada tahun 1995. Saat itu, file dengan format MP3 jumlahnya sangat banyak sekali dan tersebar di internet dengan sangat cepat. Alhasil, popularitas format MP3 pun semakin terdongkrak, karena kualitas dan kapasitasnya yang bisa dibilang cenderung sangat sangat kecil. 

Bagi pengguna yang ingin melakukanpemampatan file MP3, hal ini bisa dilakukan dengan pilihan bit-rate yang sangat beragam. Adapun mengenai standar yang baik agar menghasilkan audio yang berkualitas, minimal bitrate yang bisa dipakai yaitu 128 Kbps. Namun, bila kamu ingin mendapatkan kualitas audio yang lebih baik lagi, kamu bisa menggunakan standar bit-rate 192 kbps. 

4. Ogg dan Ogg Vorbis

 Jenis format audio lainnya yaitu Ogg. Ini adalah jenis format audio gratis yang sengaja dirancang untuk kebutuhan streaming atau untuk penyimpanan yang lebih minimize. Ogg dikembangkan langsung oleh xiph.org foundation.

Bersamaan dengan Ogg ini, ada yang namanya Vorbis. Dimana format ini juga merupakan codec audio yang dapat dinikmati secara gratis. Biasanya, codec ini sering dipasang berbarengan dengan Ogg, hingga akhirnya terciptalah nama Ogg Vorbis.

Usut punya usut, ternyata launching Ogg dan Vorbis ini bermula dari respon atas rencana owner MP3 sekitar tahun 1998. Dimana saat itu MP3 berkeinginan mengenakan biaya lisensi untuk penggunaan formatnya.

Di kalangan pengguna pengguna open source, Ogg Vorbis sangat populer karena kualitas dan dapat dinikmati secara free. Meskipun format dan codec ini digratiskan hingga saat ini, jumlah penggunanya masih belum juga mendominasi. Salah satu alasannya adalah jumlah player untuk format audio ini cenderung masih sedikit.

Kalau komputer kamu punya player yang namanya Winamp, nah! Itu salah satu player yang mendukung pemutaran format audio Ogg Vorbis.

5. RealAudio

Pada tahun 1995 Real Networks mengembangkan sebuah codec audio dengan nama RealAudio. Awalnya pengembangan codec ini bertujuan sebagai transmisi bandwith rendah. Setelah melalui proses pengembangan yang cukup panjang, codec ini dapat digunakan untuk siaran streaming. Satu yang unik dari codec ini yaitu file audio dapat dijalankan sementara proses download masih berjalan.

Real Networks juga menyediakan player audio gratis untuk jenis format audio ini, dengan nama RealPlayer. Untuk versi gratisnya, sedikit berbeda dengan versi berbayar. Dimana dengan player berbayar memungkinkan kamu untuk menyimpan audio streaming, sedangkan versi gratis tidak memungkinkan hal tersebut. 

6. WAV (WAVE-form)

Jenis format audio lainnya adalah WAF. Dimana format audio ini merupakan hasil pengembangan dari Microsoft dan IBM. Bagi kamu pengguna windows, format WAF adalah hasil mentah saat kamu menyimpan data audio dengan perangkat Windows.

Proses produksi file dengan format WAF ini berjalan dengan teknik pulse code modulation, dimana file yang dihasilkan tidak melalui proses kompresi. Sehingga, hasil dari data audio WAF akan tampak lebih detail, dan dapat didigitalkan dengan sangat baik, dari format audio analog ke digital. Akan tetapi, sebaik apapun format WAF ini, eksistensinya tetap tidak sepopuler MP3 dalam hal transferring data audio di internet, dan music player.

7. WMA ( Window Media Audio )

Format audio terakhir dalam daftar kita kali ini yaitu WMA atau Windows Media Player. Awalnya, pengembangan format ini bertujuan mengimbangi kesuksesan MP3 oleh Microsoft. Bila kita amati, kedudukan WMA saat ini seakan bersaing dengan AAC yang diaplikasikan pada produk besutan Apple, seperti ITunes Music Store dan iPod.

Sama seperti AAC, WMA juga dikembangkan dengan menggunakan sistem digital rights management. Tujuannya adalah melindungi penggandaan serta membatasi playing pada perangkat atau piranti tertentu.

Mungkin demikian saja uraian materi kami mengenai jenis-jenis format audio beserta penjelasannya. Terima kasih karena sudah berkunjung, dan jangan lupa! Bila kamu rasa artikel ini bermanfaat, bagikan kepada rekan dan teman Anda. Sampai jumpa!

Pelajari: Jenis-jenis format video

Akhbar Sanusi
Akhbar Sanusi Pernah mengajar di SDIT Al-hanif Cilegon - Madrasah Jamilurrahman Jogjakarta - Ma'had Anni'mah Medan.