Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan AMP (Accelerated Mobile Pages)?

Diantara pertanyaan yang sering muncul di tengah komunitas atau grup blogger, yaitu : haruskah kita menggunakan Google AMP agar situs kita lebih SEO friendly? Lalu, apa saja kelebihan dan kekurangan dari Google AMP (Accelerated Mobile Pages)?

Kelebihan dan kekurangan amp
Cara kerja AMP - Kelebihan dan Kekurangan AMP

Tulisan singkat dari SEO Kilat kali ini akan membahas mengenai apa itu Google AMP, kelebihan dan kekurangannya, serta tingkat urgensi dari penggunaannya. Namun sebelum lanjut, kami ingin sedikit mengingatkan kepada para pembaca. Tatkala kita mempelajari mengenai SEO, pastikanlah bahwa ilmu yang telah kita dapatkan, digunakan untuk hal-hal yang baik dan tidak melanggar aturan agama. Oke!

Pembahasan kali ini kita bagi menjadi 4 sub topik utama, yaitu sebagai berikut.

1. Apa itu AMP
2. Kelebihan AMP
3. Kekurangan AMP
4. Haruskah kita menggunakan AMP?

Baik! Untuk menghemat waktu, langsung saja kita bedah satu persatu topik kita kali ini.

Apa itu AMP (Accelerated Mobile Pages)?

AMP atau Accelerated Mobile Pages adalah halaman web ringan yang didesain sedemikian epik, sehingga memiliki ukuran yang sangat minimize dan memberi pengalaman terbaik kepada pengguna (UX) dari sisi kecepatan loading page. 

Struktur dari Google AMP ini dibangun di atas kerangka HTML open-source, yang berfungsi meminimize halaman website, guna meraih kecepatan terbaik saat diakses oleh penggunanya. 
Sederhananya, konsep kerja dari halaman AMP (Accelerated Mobile Pages) ini mirip dengan Apple News ataupun Artikel Instan di Facebook. Tujuan cuma satu, yaitu mempermudah akses konten untuk meningkatkan pengalaman pengguna.

Bagaimana Cara Kerja AMP? 

Berbicara mengenai open-source, tahukah Anda? Secara teknis sebenarnya AMP didukung oleh banyak platform website seperti : Twitter, Linkedin, WordPress, Pinterest, Bing, Hatena, Flipboard, Medium, Reddit dan beberapa nama lainnya. 
Cara kerja amp

Hanya saja, dalam pengembangan AMP (Accelerated Mobile Pages) ini, Google adalah penyumbang kode terbesar, sekaligus menjadi promotor utamanya. Besarnya keterlibatan Google dalam proyek AMP ini, sering membuat orang-orang berasumsi bahwa AMP adalah milik Google, maka jadilah istilah yang kita kenal dengan sebutan “Google AMP”.

Melalui beberapa bentuk pembatasan, AMP ingin meningkatkan pengalaman pengguna saat berinterasi dengan halaman web, khususnya dalam aspek kecepatan akses halaman. 3 rangkaian kerja sederhana AMP:
  • AMP akan membatasi file JavaScript hingga 150KB.
  • AMP akan membatasi file CSS hingga 75KB.
  • AMP akan memindahkan seluruh fluff out dari jalur render kritis.

Rahasian Kecepatan AMP

Selain dari 3 rangkaian kerja di atas, rahasia kecepatan AMP sesungguhnya terletak pada host server Google.
Dengan host server ini, Google dapat memuat, menyimpan cache, serta menampilkan konten prerender, sebelum pengguna masuk ke dalam halaman asli / URL asli halaman.

Kelebihan AMP

Penasaran, apa saja kelebihan dari website yang mengaplikasikan AMP? Berikut di bawah ini adalah beberapa kelebihan AMP dibandingkan website non-AMP.

1. Kecepatan Dalam Memuat Halaman

AMP atau Accelerated Mobile Pages adalah sebuah rangkaian kerja di dalam website, yang membuat halaman web menjadi lebih ringan, dan menghasilkan kecepatan loading page yang luar biasa.

Perlu diketahui diketahui agar tidak salah faham, AMP atau Accelerated Mobile Pages bukan merupakan faktor penentu peringkat di dalam mesin pencari. Menggunakan AMP atau tidak, benar-benar tidak ada hubungannya dengan pemeringkatan dalam search engine.
Meskipun AMP tidak memiliki hubungan dengan peringkat situs di dalam mesin pencari, namun secara tidak langsung, AMP sangat berkaitan erat dengan Core Web Vitals yang merupakan faktor penentu dalam pemeringkatan website di search engine. 

2. Visibilitas yang Unik Dalam Hasil Pencarian

Website yang mengaplikasikan struktur AMP memiliki visibilitas yang unik dalam hasil pencarian. Berbeda dengan website non-AMP, saat kita melakukan penjelajahan di mesin pencari, khususnya Google dan Bing, website dengan struktur AMP memiliki ikon petir di samping URLnya.

Beberapa pakar SEO berpendapat, visibilitas unik berupa ikon petir yang tampil di mesin pencari, dapat memikat pengguna untuk mengklik URL website. Alhasil, nilai klik tayang pada halaman yang menerapkan struktur AMP pun akan meningkat juga.

Opini kami: Meskipun banyak pakar SEO yang menyebutkan demikian (meningkatkan CTR), namun kami belum menemukan data secara statistik yang relevan, untuk mendukung klaim tersebut sebagai tolok ukur SEO.
Kelebihan dan kekurangan amp
Kelebihan dan kekurangan amp

3. Meningkatkan Hasil Kaya

Website dengan struktur AMP yang valid, biasanya akan memiliki beberapa keunggulan dalam hasil kaya, seperti : AMP Swipe dalam penelusuran gambar, atau korsel stori untuk pencarian teratas. Lihat gambar di bawah.
Kelebihan dan kekurangan amp

Bila ingin website Anda masuk dalam carousel mesin pencari, menerapkan AMP dengan sturuktur data yang valid adalah salah satu persyaratan yang harus Anda penuhi. 

Kekurangan AMP

Ada kelebihan, tentu ada kekurangan, begitulah pepatah yang sering kita dengar. Meskipun AMP memiliki beberapa kelebihan seperti yang telah kita sebutkan di atas, namun tidak kita pungkiri, AMP juga memiliki sisi kekurangan seperti yang akan kita sampaikan di bawah ini.

1. Keterbatasan Dalam Penggunaan JavaScript

Diantara kekurangan dari AMP adalah keterbatasan dalam penggunaan JavaScript. Untuk website berbasis HTML biasa (non-AMP), penggunaan JavaScript terbilang sangat bebas dan bisa diaplikasikan dalam kondisi apapun. 

Berbeda dengan website yang dibangun di atas struktur AMP, penggunaan JavaScript sangat dibatasi, guna meminimize ukuran halaman dan mendapatkan kecepatan loading yang maksimal.

2. Membutuhkan Konfigurasi yang Sedikit Rumit Dalam Pemasangan Iklan

Sebagaimana kita ketahui, iklan dari pihak Adsense dan sejenisnya tidak jauh-jauh dari yang namanya JavaScript. Kita juga mengetahui bersama, struktur data AMP yang valid pasti akan membatasi penggunaan JavaScript.

Pembatasan penggunaan JavaScript dan pemasangan banner iklan adalah 2 hal yang memiliki sedikit kontradiksi di dalamnya. Alhasil, untuk memaksimalkan pendapatan dari iklan, webmaster butuh melakukan beberapa konfigurasi khusus agar iklan dapat tayang sebagaimana mestinya. Anda bisa baca artikel di Google terkait pemasangan iklan di situs AMP.

3. Kesulitan Dalam Hal Editing

Jangan pernah berfikir bahwa dengan plugin AMP semua akan beres secara otomatis. Anda masih harus melakukan banyak konfigurasi, bila ingin seluruh halaman website Anda terdeteksi sebagai situs dengan struktur AMP yang valid.

Kesulitan validasi ini akan diperparah, ketika Anda ingin memindahkan seluruh halaman non-AMP ke struktur AMP yang valid. Bayangkan bila Anda memiliki 1000 halaman artikel non-AMP, dan Anda harus mengeditnya satu persatu, agar semuanya berubah menjadi valid AMP. Enak? Hehe

Haruskah Kita Menggunakan AMP?

Jika ditanya haruskah kita menggunakan AMP? maka jawabannya sangat relatif.

Bila Anda ingin fokus pada akses kecepatan halaman, maka menggunakan AMP adalah pilihan yang tepat. Namun bila Anda ingin kemudahan dalam hal konfigurasi web, menggunakan website non-AMP mungkin adalah pilihan yang terbaik bagi Anda.

Kesimpulan

Apapun pilihan Anda, baik itu non-AMP atau pun AMP, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya. Semua kembali pada selera dan kebutuhan individu dari webmaster tersebut.

Demikian saja pembahasan kita mengenai kelebihan dan kekurangan AMP. Terima kasih atas perhatian dan waktunya, jangan lupa! Bagikan artikel ini bila Anda merasa bahwa yang kami sampaikan bermanfaat, dan sampai jumpa pada pembahasan kami berikutnya. Tentunya masih seputar SEO dan website.
Akhbar Sanusi
Akhbar Sanusi Pendiri SEO Kilat, penulis e-book SEO Storm Resistant, desainer, dan kontributor konten SEO.