Widget HTML Atas

Internal Link : Pengertian, Contoh, Fungsi dan Korelasinya Terhadap SEO

Saya yakin, banyak para pembaca yang sudah tidak asing lagi dengan istilah internal link. Tapi saya cukup ragu, bahwa Anda telah benar-benar memahami apa dan bagaimana internal link itu sesungguhnya.

Internal link
Ilustrasi - Internal Link

Tulisan singkat ini akan menjelaskan kepada Anda lebih dalam, apa itu internal link, bagaimana contohnya, dan manfaatnya dalam optimasi SEO.

Apa itu Internal Link?

Sederhananya, internal link adalah tautan di dalam halaman web yang mengarah ke halaman lain, namun masih berada di dalam domain yang sama. 

Contoh dan Format Kode Internal Link

Dalam format kode HTML, internal link dapat disusun dengan kode sebagai berikut:
<a href=https://www.seokilat.com/ title=”kata kunci”> kata kunci </a>
Untuk menghasilkan internal link yang optimal, kita membutuhkan format yang tepat saat membuat kode internal link tersebut. Susunan kode HTML di atas adalah yang paling sederhana dan optimal dalam implementasi tautan internal.

Fungsi Internal Link Dalam Halaman Web

Setidaknya ada tiga fungsi utama yang dapat kita peroleh dari penerapan internal link pada website. 
  1. Sebagai navigator yang mempermudah pengguna dalam menjelajahi halaman website
  2. Membangun struktur website 
  3. Meningkatkan aset halaman web dan memperkuat peringkat halaman di dalam mesin pencari

Relevansi Internal Link dengan Optimasi SEO

Salah satu korelasi antara internal link dengan optimasi SEO yaitu terletak pada struktur website. Dengan bantuan internal link, seorang webmaster dapat membangun struktur website menjadi lebih kokoh, sekaligus menjadi navigator bagi pengguna saat menjelajahi halaman situs. 


Proses Kerja Internal Link Terhadap Optimasi SEO

Di dalam setiap halaman web, mesin pencari akan merayapi konten secara detail untuk menetapkan keyword pada sebuah halaman website. Termasuk di dalamnya, mesin pencari akan merayapi asset di dalam website, seperti: internal link. Dengan adanya internal link di dalam halaman web, hal itu akan mempermudah Google spider untuk merayapi konten secara lebih mendalam.


Penyebab Tautan atau Internal Link Tidak Dirayapi Oleh Google Spider

Mungkin sebagian kita ada yang heran, mengapa URL saya yang sudah sangat lama, ketika saya cek ternyata belum diindex, bahkan belum dirayapi mesin pencari. Berikut di bawah ini adalah beberapa alasan, yang menjadi penyebab URL belum dirayapi apalagi diindex mesin pencari.

1. Tautan Berada Di Dalam Formulir Data Pendaftaran

Di dalam sebuah formulir, umumnya terdapat elemen website yang cukup rumit untuk diakses oleh Google Spider, misalnya formulir data pendaftaran. Google spider sebagai robot yang berfungsi untuk merayapi konten, tidak akan mampu mengisi formulir pendaftaran hanya untuk masuk ke sebuah halaman website. Itulah sebabnya sering terjadi kasus URL belum dirayapi oleh Google spider, karena untuk merayapinya ternyata Google spider harus masuk melalui formulir pendaftaran.

2. Internal Link berada di dalam JavaScript yang Tidak Bisa Diurai Oleh Google Spider

Alasan lainnya mengapa sebuah link kadang belum dirayapi oleh Google spider adalah tautan tersebut berada di dalam JavaScript yang ternyata tidak dapat diurai oleh Google spider. Inilah alasan, mengapa kami menganjurkan untuk menggunakan format kode sederhana, jika Anda ingin membuat internal link di dalam halaman web. Format kode sederhana tanpa JavaScript akan lebih mudah dirayapi oleh Google spider untuk kemudian diindex oleh mesin pencari.

3. Tautan Hanya Bisa Diakses Menggunakan Form Pencarian Website

Sama kasusnya dengan internal link di dalam form data pendaftaran. Google spider tidak memiliki kemampuan dalam menggunakan menu pencarian untuk melihat internal link di dalamnya. Itu sebabnya, kami sangat yakin ada banyak sekali URL yang gagal dirayapi oleh Google spider, sebab hanya bisa diakses oleh menu pencarian saja.

4. Internal Link Berada di dalam Halaman yang Diblokir Robot Tag atau Robot.txt

Jangankan internal link di dalamnya, halamannya saja juga tidak akan bisa dirayapi oleh Google spider bila diblokir oleh robot.txt. Oleh sebab itu, jika terdapat sebuah tautan yang hanya bisa diakses melalui sebuah halaman, kemudian halaman tersebut ternyata diblokir oleh robot.txt itu sama artinya kita telah menutup pintu masuk buat Google spider.

5. Jumlah Internal Link Terlalu Over Dalam Sebuah Halaman

Jika kita menukil apa yang disampaikan oleh Moz, jumlah maksimal tautan internal di dalam sebuah halaman web yaitu sekitar 150 tautan saja. Jika lebih dari itu, mesin pencari akan kehilangan efektivitas perayapan atas sebuah konten atau halaman web.

Kesimpulan

Dari pembahasan singkat ini kita dapat menarik beberapa kesimpulan, yaitu:

1. Fungsi utama internal link yaitu mengarahkan halaman web, ke halaman lain yang masih berada di dalam satu domain.

2. Format kode sederhana internal link jauh lebih optimal dari sisi SEO, dibandingkan internal link yang menggunakan rangkaian JavaScript.

3. Internal link dapat berfungsi sebagai SEO Booster bila diaplikasikan dengan cara yang benar.

4. Internal link merupakan salah satu fondasi struktur website.

5. Internal link dapat gagal dirayapi oleh Google spider.

Mungkin demikian saja pembahasan kita kali ini mengenai dasar-dasar informasi terkait internal link. Seperti biasa, kami tidak henti-hentinya menyampaikan, bila Anda merasa artikel ini bermanfaat, beri kami support dengan membagikan tulisan ini ke sosial media Anda. Dengan begitu, kami akan lebih semangat menghadirkan konten edukasi SEO kepada Anda secara gratis tanpa dipungut biaya apapun.

Terima kasih atas perhatian dan waktunya, tetap semangat dalam mempelajari SEO dan digital marketing, dan sampai jumpa di pembahasan kami berikutnya. 

Akhbar Sanusi
Akhbar Sanusi Pernah mengajar di SDIT Al-hanif Cilegon - Madrasah Jamilurrahman Jogjakarta - Ma'had Anni'mah Medan.