Widget HTML Atas

Perbedaan SEO dan SEM Dalam Digital Marketing

Dalam dunia digital marketing pada dasarnya kedua komponen (SEO dan SEM) memiliki fungsi yang sama, yaitu mengoptimalisasi sebuah website berbasis bisnis untuk meningkatkan status penjualan. Namun, ternyata perbedaan SEO dan SEM terlihat begitu mencolok meskipun tujuan penggunaannya tidak berbeda.

perbedaan seo dan sem
perbedaan seo dan sem

11 Perbedaan Antara SEO dan SEM dalam Digital Marketing

Meskipun secara umum kedua komponen dalam dunia bisnis online ini sama, namun ternyata SEO dan SEM memiliki perbedaan cukup mencolok sehingga mudah bagi seseorang untuk mengentahui di antara keduanya. Berikut 10 hal yang membedakannya: 

1. Pengertian SEO dan SEM

Apabila dilihat dari segi definisi, kedua hal ini memiliki perbedaan cukup signifikan. SEO atau Seach Engine Optimization merupakan salah satu strategi digital marketing yang cara kerjanya menempatkan website Anda berada pada daftar strategis mesin pencarian sehingga bisa menarik banyak pengunjung.

Sedangkan definisi dari SEM atau Search Engine Marketing sendiri adalah suatu metode untuk meningkatkan hasil penjualan melalui pemasangan iklan yang bisa dijumpai pada daftar mesin pencari dan selalu terletak pada bagian teratas dari hasil penelusuran tersebut.

2. Tujuan Menggunakan SEO dan SEM

Tak hanya tentang definisi saja, SEO dan SEM juga memiliki perbedaan terkait tujuannya. Dalam digital marketing, Seach Engine Optimization bertujuan untuk menempatkan website pada lokasi strategis dan sesuai dengan kata kunci yang dicari oleh para pengunjung sehingga menarik minat mereka.

SEO tidak menjamin website berada pada urutan pertama, akan tetapi menyesuaikannya terhadap keyword yang dicari oleh para pengunjung. Berbeda dengan SEM, Seach Engine Marketing ini akan menjamin laman web Anda berada pada halaman teratas dalam suatu mesin pencari melalui periklanan.

3. Media yang Digunakan Oleh SEO dan SEM

Saat ini penawaran jasa SEO sudah banyak dan bisa ditemukan pada berbagai periklanan di internet. Penggunaan strateginya pun terbilang lebih sederhana apabila dibandingkan dengan SEM. Pasalnya, Seach Engine Optimization hanya membutuhkan website Anda untuk dioptimalkan. 

Berbeda dengan SEM, salah satu teknik digital marketing ini membutuhkan media khusus untuk mendorong kemajuan bisnin online Anda karena memuat satu atau lebih iklan yang sesuai dengan dagangan milik klien sehingga harus disesuaikan dan tidak boleh sembarangan memasangnya.

4. Biaya untuk Optimalisasi Menggunakan SEO dan SEM

Menerapkan SEO secara mandiri bisa Anda lakukan dengan melihat beberapa strategi yang sudah disediakan oleh berbagai website sehingga pengguna tidak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun alias gratis. Tanpa pengeluaran, pemilik laman web sudah mampu mengoptimalkan penjualannya sendiri. 

Hal tersebut tidak berlaku apabila Anda menggunakan SEM. Search Engine Marketing sendiri merupakan iklan berupa PPC. Oleh sebab itu, pengguna harus menyiapkan anggaran untuk menggunakan jasa tersebut. Selain itu, pemilik website juga akan memperoleh jaminan posisi teratas.

perbedaan seo dan sem
perbedaan seo dan sem

5. Objek yang Dipromosikan Oleh SEO dan SEM

Dalam proses pengiklanan, SEO cenderung melakukan optimalisasi terkait isi dari suatu website sehingga tentu saja yang menjadi sorotan di sini adalan tulisan pada laman web tersebut. Strategi ini cocok untuk dijadikan pilihan apabila Anda ingin mengoptimalkan suatu artikel berbasis bisnis.

Dalam SEO, hal tersebut disebut juga sebagai teknik On-Page. Sedangkan SEM lebih fokus pada pengiklanan suatu produk pada website tersebut. Hal ini dikarenakan Search Engine Marketing memang diperuntukkan melakukan penawaran melalui iklan yang menarik untuk meningkatkan status penjualan. 

6. Ikon Pada SEO dan SEM

Pada teknik SEM, penerapan strategi digital marketing akan menjunjukkan sebuah “iklan” yang ditandai dengan sebuah ikon. Ini akan terlihat dalam sebuah kotak dengan bentuk persegi panjang. Jika ingin membuktikannya, Anda bisa melihat beberapa website melalui mesin pencari Google.

Ikon yang muncul tersebut merupakan iklan berbayar yang menjadi salah satu strategi dalam SEM. Berbeda dengan SEO, dalam pelaksanaanya teknik tersebut tidak menampilkan embel-embel berupa pengiklanan, akan tetapi mengoptimalkan website menggunakan cara On-Page ataupun Off-Page.

7. Pemilihan Target Audience pada SEO dan SEM

Meskipun keduanya sama-sama berperan untuk memahami kebutuhan audience, namun terdapat perbedaan terkait hal tersebut. Jika Anda menggunakan strategi SEM, maka pemilik website bisa memilih hasil dari aktivitas pencarian yang akan ditampilkan pada daftar berdasarkan kategori tertentu.

Kategori yang dimaksud adalah seperti berdasarkan usia, jenis kelamin, lokasi, minat audiens dan masih banyak lagi. Sedangkan pada SEO tidak bisa melakukan teknik demikian. Ibaratnya, Anda bisa memilih pengunjung melalui penyaringan tersebut sehingga penjualan produk bisa tepat sasaran.

8. Hasil Pencapaian Menggunakan SEO dan SEM

SEO atau Search Engine Optimization memang tidak memiliki peluang yang begitu besar. Oleh sebab itu, dalam teknik tersebut diperlukan perhatian dan pengawasan secara menyeluruh untuk mengetahui progres dari website Anda sehingga membutuhkan waktu lama agar hasilnya bisa tampak.

Meskipun SEM juga tidak bisa menampilkan hasil pencapaian secara langsung, namun progres yang dimiliki oleh Seach Engine Marketing terbukti lebih efektif dan efisien. Pasalnya, teknik promosi tersebut ditunjang dengan adanya pemasangan iklan. Selain itu Anda juga bisa melakukan on/off sewaktu-waktu.

9. Melakukan Testing dengan SEO dan SEM

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya bahwa Anda bisa mematikan dan menghidupkan iklan sewaktu-waktu sehingga hal tersebut dapat digunakan sebagai testing untuk memeriksa apakah strategi marketing tersebut sudah berhasil dan diterima baik oleh audience atau masih diperlukan perbaikan.

Berbeda dengan strategi menggunakan SEO, teknik tersebut membutuhkan waktu yang relatif lebih lama untuk mengetahui hasil pencapaian. Terlebih Anda juga tidak bisa melakukan perubahan konten pada landing page sehingga apabila pengunjung belum puas, maka akan kesulitan untuk dilakukan perbaikan.

10. Efek Terhadap Jangka Panjang

Meskipun Anda bisa sepenuhnya melakukan testing menggunakan SEM, namun pemilik website tetap harus melakukan pembayaran karena strategi tersebut hanya bisa aktif apabila pemiliknya rutin membayar. Jika tidak, maka layanan akan dimatikan sehingga seluruh proges dapat berhenti total.

Namun, hal tersebut tidak berlaku apabila menggunakan SEO. Search Engine Optimization merupakan strategi yang cenderung melakukan perkembangan seiring berjalannya waktu sehingga dapat bertahan secara lebih lama daripada SEM. Maka, tak heran jika progresnya dinilai lamban.

11. Potensi CTR Website

CTR atau Click Through Rate merupakan salah satu informasi dengan menyediakan jumlah impression para pengunjung terhadap halaman web Anda. Semakin tinggi nilainya, maka menandakan bahwa makin banyak pula pengunjung yang tertarik terhadap website pemilik.

Dalam penyesuaian ini melakukan optimalisasi website dari dalam sangat penting, seperti kualitas tulisan beserta kesesuaiannya terhadap pencarian organik. Hal tersebut bisa dicapai menggunakan strategi SEO melalui teknik On-Page. Sedangkan SEM tidak dapat menyediakan layanan demikian.

Itulah beberapa perbedaan antara SEO dan SEM dalam memberikan strategi digital marketing yang mungkin bisa Anda jadikan pertimbangan. Pastikan pula Anda juga memahami keuntungan serta kekurangan dari keduanya, agar dapat memaksimalkan daya jual produk yang Anda tawarkan.

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat sebagai materi digital marketing, jangan lupa bagikan ke teman-teman terdekat Anda. Terima kasih dan sampai jumpa pada kesempatan yang lainnya. 

Pastikan Anda juga membaca tulisan kami mengenai cara membuat link WA menggunakan format HTML sederhana. 
Akhbar Sanusi
Akhbar Sanusi Pernah mengajar di SDIT Al-hanif Cilegon - Madrasah Jamilurrahman Jogjakarta - Ma'had Anni'mah Medan.