Widget HTML Atas

Pengertian Personal Selling, Sifat, Fungsi dan Kriterianya

Pengertian Personal Selling
Pengertian Personal Selling

Helo nice! Masih seputar konten marketing. Jika artikel sebelumnya kita membahas tentang apa tujuan promosi dan bauran promosi, pada kesempatan kali ini artikel kita akan membahas tentang apa sih pengertian personal selling. Bukan cuma pengertian, disini kita akan menjelaskan dengan singkat apa saja sifat personal selling yang baik, fungsi personal selling, dan kriteria pelaku personal selling yang efisien. Untuk lebih jelasnya, yuk simak artikel selengkapnya di bawah ini. 

Pengertian Personal Selling

Personal selling adalah komunikasi langsung (tatap muka) antara penjual dan calon pelanggan untuk memperkenalkan suatu produk kepada calon pelanggan dan membentuk pemahaman pelanggan terhadap produk, sehingga mereka kemudian akan mencoba dan membelinya. 

Sifat-Sifat Personal Selling

Untuk mencapai tujuan promosi, mengoptimalkan personal selling adalah salah satu langkah yang cukup efisien dalam pemasaran. Namun sangat disayangkan, banyak pelaku personal selling yang masih belum mengetahui, apa sih sebenarnya sifat-sifat yang harus ada di dalam personal selling tersebut. Nah, berikut di bawah ini adalah sifat-sifat yang wajib ada di dalam sebuah personal selling. 
• Personal confrontation, yaitu adanya hubungan yang hidup, langsung, dan interaktif antara 2 orang atau lebih.
• Cultivation, yaitu sifat yang memungkinkan berkembangnya segala macam hubungan, mulai dari sekedar hubungan jual beli sampai dengan suatu hubungan yang lebih akrab.
• Response, yaitu situasi yang seolah-olah mengharuskan pelanggan untuk mendengar, memperhatikan, dan menanggapi.

Oleh karena sifat-sifat tersebut maka metode ini mempunyai kelebihan antara lain operasinya lebih fleksibel karena penjual dapat mengamati reaksi pelanggan dan menyesuaikan pendekatannya, usaha yang sia-sia dapat diminimalkan, pelanggan yang berminat biasanya langsung membeli, dan penjual dapat membina hubungan jangka panjang dengan pelanggannya. 

Namun karena menggunakan armada penjual yang relatif besar, maka metode ini biasanya mahal. Di samping itu, spesifikasi penjual yang diinginkan perusahaan mungkin sulit dicari. Meskipun demikian, personal selling tetaplah penting dan biasanya dipakai untuk mendukung metode promosi lainnya.

Fungsi Personal Selling

Berikut di bawah ini adalah fungsi-fungsi dari aktivitas personal selling yang wajib Anda ketahui, untuk meningkatkan tehnik pemasaran Anda. 
1. Prospecting, yaitu mencari pembeli dan menjalin hubungan dengan mereka.
2. Targeting, yaitu mengalokasikan kelangkaan waktu penjual demi pembeli.
3. Communicating, yaitu memberi informasi mengenai produk perusahaan kepada pelanggan.
4. Selling, yakni mendekati, mempresentasikan dan mendemonstrasikan, mengatasi penolakan, serta menjual produk kepada pelanggan.
5. Servicing, yakni Memberikan berbagai jasa dan pelayanan kepada pelanggan.
6. Information gathering, yakni melakukan riset dan intelijen pasar.
7. Allocating, yaitu menentukan pelanggan yang akan dituju.
Menguasai tehnik personal selling dengan baik akan membantu kita dalam mendongkrak penjualan

Kriteria Seller Personal Selling

Penjual atau seller yang ditugaskan untuk melakukan aktivitas personal selling tentunya harus memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut : 

1. Salesmanship

Penjual harus memiliki pengetahuan tentang produk dan menguasai seni menjual, seperti cara mendekati pelanggan, memberikan presentasi dan demonstrasi, mengatasi penolakan pelanggan, dan mendorong pembelian.

2. Negotiating

Penjual harus mempunyai kemampuan untuk bernegosiasi tentang syarat-syarat penjualan.

3. Relationship marketing

Penjual harus tahu cara membina dan memelihara hubungan balk dengan para pelanggan.

Berdasarkan tugas dan posisinya, penjual dapat diklasifikasikan menjadi enam macam tipe, yaitu :
1. Deliverer (driver sales person), yaitu penjual yang tugas utamanya mengantar produk ke tempat pembeli.
2. Order getter, yaitu penjual yang mencari pembeli atau mendatangi pembeli (sifat kerjanya di luar).
3. Order taker, yaitu penjual yang melayani pelanggan di dalam outlet (sifat kerjanya di dalam).
4. Missionary sales people (merchandiser, retailer), yaitu penjual yang ditugaskan untuk mendidik/melatih dan membangun goodwill dengan pelanggan atau calon pelanggan. Misalnya melatih wiraniaga perantara, menjelaskan program promosi perusahaan kepada perantara.
5. Technical specialist (technician), yaitu penjual yang harus memiliki atau memberikan pengetahuan teknis kepada pelanggan.
6. Demand creator, yaitu penjual yang harus memiliki kreativitas dalam menjual produk (tangible dan intangible).

Mungkin itu saja uraian materi kali ini tentang pengertian personal selling, fungsi personal selling, kriteria personal selling, serta sifat-sifat dari personal selling. Keseluruhan materi ini dikutip dari buku marketing SMK di bawah naungan Departemen Pendidikan Nasional. Semoga bermanfaat dan baca juga artikel kami lainnya dengan memanfaatkan fitur search kami. Terima kasih. 

DAFTAR PUSTAKA

Marketing untuk SMK Jilid 2 /oleh Ngadiman ---- Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2008.
Akhbar Sanusi
Akhbar Sanusi Pendiri SEO Kilat, penulis e-book SEO Storm Resistant, desainer, dan kontributor konten SEO.