Widget HTML Atas

Mengusap Wajah Setelah Berdoa Bolehkah?

Mengusap Wajah Setelah Berdoa
Mengusap Wajah Setelah Berdoa

Assalamu'alaikum sobat iman dimana pun kalian berada. Tidak henti-hentinya kita berdoa semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Pada kesempatan yang berbahagia kali ini seperti judul yang telah sama-sama kita lihat diatas. Kita akan sedikit mengulas tentang bagaimana hukum mengusap wajah setelah berdoa. Adapun penjelasan yang akan kita sampaikan disini tentu tidak jauh dari penjelasan para guru kita yang berusaha teguh untuk memurnikan ajaran islam dari begitu banyaknya penyimpangan. 

Baca juga: Amalan Sunnah di Bulan Ramadhan

Baiklah, langsung saja kita simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.  

Tekstual Hadits Tentang Mengusap Wajah Setelah Berdoa

Di dalam sebuah kitab hadits karya Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani, terdapat sebuah hadits yang diriwayatkan oleh 'Umar Radhiyallahu 'anhu, dimana beliau menyebutkan perihal nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا مَدَّ يَدَيْهِ فِي اَلدُّعَاءِ, لَمْ يَرُدَّهُمَا, حَتَّى يَمْسَحَ بِهِمَا وَجْهَهُ (Artinya: Jika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membentangkan tangannya untuk berdoa, maka beliau tidak menurunkan (kedua tangannya) sampai beliau mengusap wajahnya

Peninjauan Hadits : Hadits tentang mengusap wajah setelah berdoa diatas dikeluarkan oleh Imam At-Tirmidzi. Penyusun kitab Bulughul Marom yakni Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani menyebutkan bahwa hadits tersebut memiliki penguat. Dan penguat tersebut datang dari hadits sahabat Rasulullah yaitu Ibnu 'Abbas yang dikeluarkan oleh Imam Abu Dawud, dimana secara keseluruhan jalan hadits tersebut menunjukkan bahwa memiliki derajat hasan. 

Akan tetapi, menurut beberapa ulama hadits lain, hadits tersebut memiliki kelemahan, sehingga tidak sedikit ahli hadits yang mendhoifkan hadits tentang mengusap wajah tersebut. Dan diantara ulama hadits yang melemahkan hadits tersebut adalah Imam Adz-Dzahabi. Beliau menyebutkan bahwa di dalam hadits tersebut terdapat salah seorang perawi yang dha'if, yakni Hammad. Bahkan salah seorang ulama hadits yakni Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani menyebutkan bahwa hadits tentang mengusap wajah setelah berdoa tersebut lemah sekali. 

Hukum Mengusap Wajah Setelah Berdoa

Para ulama hadits telah banyak meninjau tentang hadits-hadits yang menunjukkan untuk mengusap wajah setelah berdoa. Dan hasil yang didapat yaitu hadits-hadits tersebut adalah dhoif, lemah sanadnya. Serta tidak dapat saling menguatkan. Karena lemahnya sanad hadits tersebut, maka hadits tersebut tidak bisa dijadikan sebagai sandaran atau dalil, untuk melakukan sebuah amalan, dalam hal ini yaitu mengusap wajah setelah berdoa. Sebab, amal ibadah yang dibangun tanpa dasar / landasan dalil tidak akan diterima oleh Allah 'azza wa jalla. 

Penjelasan diatas pun senada dengan pendapat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah. Dimana beliau mengatakan: 
 وَأَمَّا رَفْعُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَيْهِ فِي الدُّعَاءِ: فَقَدْ جَاءَ فِيهِ أَحَادِيثُ كَثِيرَةٌ صَحِيحَةٌ وَأَمَّا مَسْحُهُ وَجْهَهُ بِيَدَيْهِ فَلَيْسَ عَنْهُ فِيهِ إلَّا حَدِيثٌ أَوْ حَدِيثَانِ لَا يَقُومُ بِهِمَا حُجَّةٌ وَاَللَّهُ أَعْلَمُ
"Dan adapun mengenai Nabi Shallallahu'alaihi wa salam mengangkat kedua tangannya saat berdoa, sungguh telah diriwayatkan dalam banyak hadits shahih. Sedangkan (hadits tentang) mengusap wajah, maka tidak terdapat melainkan satu atau dua hadits saja yang tidak bisa dijadikan sebagai hujjah. Wallahu a’lam.” (Majmu’ Al Fatawa, 22/519)

Lihatlah jawaban cerdas dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah diatas. Selain penjelasan tersebut, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani juga memberikan catatan tentang hadits mengusap wajah setelah berdoa tersebut. Beliau rahimahullah mengatakan: 
"Adapun tentang mengusap wajah (setelah berdoa) di luar shalat, maka tidak ada hadits kecuali ini dan yang sebelumnya. Dan tidak benar bahwa hadits-haditsnya saling menguatkan dengan banyaknya jalan (sebagaimana yang dikatakan oleh Al Munawi). Sebab terlalu beratnya kelemahan yang terdapat pada jalan-jalannya. Oleh sebab itu Imam An Nawawi rahimahullah di dalam Al Majmu’ mengatakan (perihal mengusap wajah setelah berdoa) : ‘hukumnya tidak disunnahkan‘, juga dikuatkan oleh perkataan Ibnu Abdissalam (ulama Syafi’iyyah): ‘tidak ada yang melakukannya melainkan orang jahil‘.

Dan diantara petunjuk yang lebih memperkuat bahwa tidak disyariatnya mengusap wajah setelah berdoa yaitu terdapat banyak hadits yang menjelaskan tentang mengangkat kedua tangan saat berdoa, namun tidak ada satupun di dalam hadits tersebut yang menyebukan tentang mengusap wajah. Maka ini insya Allah hal ini menunjukkan pengingkaran terhadap perbuatan tersebut. 


Mungkin itu saja penyampaian singkat kali ini tentang mengusap wajah setelah berdoa, semoga bayan dari para ulama hadits diatas dapat difahami dan lebih membuka mata hati kita untuk beramal sesuai dengan apa yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam contohkan. Apabila tidak terdapat contoh dari beliau, maka jalan paling selamat adalah tidak melakukannya. Allahu a'lam. 


Disusun dari berbagai sumber oleh : Akhbar Sanusi

Akhbar Sanusi
Akhbar Sanusi Pendiri SEO Kilat, penulis e-book SEO Storm Resistant, desainer, dan kontributor konten SEO.