Widget HTML Atas

Daftar Amalan Bid'ah Yang Harus Dijauhi

Daftar Amalan Bid'ah Yang Harus Dijauhi
Daftar amalan Bid'ah

Daftar Amalan Bid'ah

Deretan amalan Bid’ah tanpa sadar yang beredar dimasyarakat :

1. Yasinan

2. Tahlilan

3. Do’a dan Dzikir Berjama’ah sesudah Salam

4. Merutinkan Bersalaman setelah Salam

5. Bersalaman-salaman sambil bershalawat setelah sholat wajib

6. Zikir dengan biji tasbih

7. Melafadzkan niat wudhu-tayamun-sholat-puasa-mandi wajib-umroh-haji, de el el

8. Menambahkan lafaz/kata “sayyidina”dalam tasyahud dan doa sesudah adzan

9. Melakukan Sholawat (Nariyah-Al fatih-Badar-Burdah-Dustur-Munjiyat-Mansub-Nuril Anwar-Assa’adah, de el el)

10. Merayakan Maulid Nabi (Barzanji-Shimt udduror-Diba’-D hiyaul ulami-Sharofal anam de el el)

11. Perayaan Isra dan Mir’aj

12. Nisfu sya’banan

13. Tawassul kepada kedudukan Rasulullah dan mayit

14. Tabarruk(ngalap berkah) kepada mayit

15. Isthigosah kepada mayit

16. Ruwatan Bulan Suro atau bulan Muharram
16. Selametan rumah,kos,ruko,kios,kantor,klinik de el el

17. Mitoni/Telonan/Selamatan kehamilan/nujuh bulanan

18. Rebo wekasan

19. Ratib (al Haddad-Al Athos)

20. Shalat Al-Fiyah pada malam pertengahan bulan syaban

21. Shalat Raghaib

22. Imsak

23. Shalat Lailatul Qadar

24. Takbir bersama-sama dengan satu paduan suara pada hari raya

25. Idul Abrar

26. Lebaran ketupat

27. Bersumpah dengan nama Rasulullah

28. Berdoa bersama setelah sholat jenazah

29. Thawaf disekitar kuburan

30. Menyembelih hewan di kuburan

31. Mengucapkan “Shadaqallahul Azhim”

32. Membaca Al-Qur’an untuk si Mayit

33. Membaca surat Yasin setelah jenazah di kuburkan

34. Shalat fidyah atau Shalat Hadiah untuk mayit

35. Membaca Al-fatihah ketika menziarahi kuburan, selepas salam dan acara tertentu

36. Mengantungkan (menempelkan) Kaligrafi Al-Quran di dinding

37. Merayakan hari ulang tahun dan hari pernikahan

38. Membasuh leher ketika wudhu

39. Menyakini bahwa ber-wudhu tidak sempurna kalau tidak tiga kali-tiga kali

40. Membaca Basmalah atau surat An-Naas ketika hendak adzan dan memulai sholat

41. Imam diam sejenak setelah membaca Al-Fatihah

42. Mengangkat kedua telapak tangan dengan tinggi ketika i’tidal seakan-akan sedang berdoa

43. Mengusap muka ketika i’tidal

44. Sujud sekali ketika sholat selesai

45. Mengucapkan alhamdulillah ketika kentut-bersendawa

46. Mengucapkan Ta’awudz ketika menguap

47. Shalat qobliyyah jum’at

48. Mengamini do’a imam dengan mengangkat tangan pada khutbah jum’at

49. Khatib mengangkat tangannya ketika berdoa

50. Memanjangkan khutbah dan memendekkan sholat

51. Perayaan tahun baru Masehi dan Hijriyah

52. Haulan (1 Tahun Kematian)

53. Azan dan iqomat dikuburan

54. -----

55. Menyewa Qori untuk mayit

56. Membangun-menghias-menyemen-menulis-memasang payung pada kuburan

57. Mengiringi mayit atau jenazah dengan Tahlil dan memayungi keranda jenazah 

58. Berdo’a secara berjamaah dikuburan dan mengaminkannya

59. Mengubur mayit memakai peti

60. Menyirami kuburan dengan air mawar dan menaburi kembang diatasnya

61. Melafadzkan niat puasa secara beramai-ramai dengan suara keras setelah sholat tarawih

62. Dzikir dan doa khusus tiap selesai 2 rakaat pada sholat tarawih

63. Muadzin membaca sholawat dengan suara keras pada waktu khotib duduk.

64. Puasa kejawen, mutih

65. Menghiasi masjid pada hari raya

66. Menjadikan Mushaf-mushaf Qur’an sebagai jimat

67. Main rebana dan Alat musik lainnya didalam Masjid

68. Mempelajari Ilmu Tassawuf, mantiq dan ilmu kebal
Dan masih Buuayyak lagi...


Nah kenapa Bid’ah itu harus dijauhi karena :

A. Amalan yang tercampuri bid’ah tidak akan diterima Allah سبحانه وتعالى 
B. Pelaku bid’ah adalah orang yang dilaknat menurut syari’at
C. Bid’ah semakin menjauhkan pelakunya dari Allah Ta’ala
D. Bid’ah mencegah pelakunya dari mendapat syafa’at Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
E. Pelaku bid’ah ikut menanggung dosa orang yang mengikutinya hingga hari kiamat
F. Pelaku bid’ah itu sangat sulit untuk bertaubat
G. Pelaku bid’ah dijauhkan dari telaga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada hari kiamat
H. Pelaku bid’ah dikhawatirkan terjerumus ke dalam kekafiran
I. Pelaku bid’ah dikhawatirkan akan mati dalam keadaan suu’ul khatimah
J. Wajah pelaku bid’ah akan menghitam di hari kiamat

Saudaraku ketahuilah tolak ukur dalam beribadah itu bukan dilihat baik atau tidaknya tapi ada tidak dalilnya.
والله تعالى أعلم بالـصـواب 
✍Ditulis oleh Fanpage Hadis Shahih. 
Diedit oleh akhbar sanusi. 

Baca juga: Apa itu Istidraj? 
Akhbar Sanusi
Akhbar Sanusi Pendiri SEO Kilat, penulis e-book SEO Storm Resistant, desainer, dan kontributor konten SEO.