Widget HTML Atas

Berbuka Puasa Sesuai Sunnah

Berbuka Puasa Sesuai Sunnah
Berbuka Puasa Sesuai Sunnah

Berbuka Puasa Sesuai Sunnah - Assalamu'alaikum teman-teman, para pembaca muslim dan muslimah dimana pun berada. Alhamdulillah.. Segala puji Allah 'Azza Wa Jalla yang masih memberikan kita nikmat iman dan islam, serta kesehatan hingga saat ini. 

Persis seperti yang teman-teman lihat pada judul diatas, kali ini kita telah menyusun artikel singkat pada rubrik islam dengan judul Berbuka Puasa Sesuai Sunnah. Penulis berharap, dengan tulisan singkat ini dapat membantu sedikit mencerahkan teman-teman tentang bagaimana sih berbuka puasa yang benar-benar sesuai dengan sunnah Baginda Muhammad Shallallah 'alaih Wa sallam. 


Yuk simak dan cermati tulisan di bawah ini dengan seksama ya.. 
 

Berbuka Puasa Sesuai Sunnah

Jika kita bertanya bagaimana cara berbuka puasa yang sesuai dengan sunnah, maka jawabnya adalah dengan mengamalkan amalan-amalan yang beliau shallallahu 'alaih wa sallam amalkan dari sunnah-sunnahnya, seperti:

1. Memperbanyak Doa Saat Menjelang Berbuka
Adalah salah satu sunnah Nabi shallallahu 'alaih wa sallam, dimana beliau kerap berdoa saat menjelang waktu berbuka. Sebagaimana hadits dari Anas bin Malik Radhyiallahu. 
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ لَا تُرَدّ، دَعْوَةُ الْوَالِدِ، وَدَعْوَةُ الصّـَائِمِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ 
"Dari Anas bin Malik Radhyiallahu’ anhu dia berkata, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak : (1) Doa orang tua kepada anaknya, (2) Orang yang berpuasa ketika berbuka, (3) Do’a orang yang sedang safar (musafir).” Hadits Shohih [HR. al-Baihaqi 3/345 dan yang lainnya]. Dishahihkan oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani di dalam kitab Silsilah Ahaadits as-Shahihah no. 1797) 

Adapun faedah amalan ini (memperbanyak doa menjelang berbuka) adalah kemudahan ijabah doa. Waktu waktu menjelang berbuka adalah waktu yang di sunnahkan untuk berdoa, karena pada waktu itu adalah salah satu waktu mustajab dalam berdoa. 

2. Tidak Menunda-nunda Berbuka
Salah satu ciri dari berbuka puasa sesuai sunnah adalah dengan tidak menunda-nunda waktu berbuka. Namun jangan salah mengartikan kita boleh berbuka sebelum masuk waktunya. Akan tetapi yang dimaksud disini adalah apabila matahari telah terbenam, maka segeralah berbuka. Jangan menunda-nunda dengan aktivitas lain. Peringatan tentang menyegerakan berbuka ini ada di dalam hadits Nabi shallallahu 'alaih Wa sallam berikut:
لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ
“Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari no. 1957 dan Muslim no 1098).

3. Membaca Bismillah Sebelum Makan ataupun Minum
Yang penulis maksud disini adalah penekanan membaca saat membatalkan puasa (berbuka). Adalah salah satu amalan yang tidak pernah beliau shallallahu 'Alaihi wa sallam tinggalkan adalah membaca bismillah sebelum makan ataupun minum. Sebagaimana hadits berikut:
إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فَإِنْ نَسِىَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فِى أَوّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ أَوّلَهُ وَآخِرَهُ 
"Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta’ala. Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta’ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: “Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)”. Hadits Shahih [HR. Abu Daud no. 3767, Ahmad 6/207-208 dan At Tirmidzi no. 1858 dari Aisyah Radhiallahu’anha. At Tirmidzi mengatakan hadits tersebut hasan shahih. Syaikh Al Albani menilai bahwa hadits tersebut shahih di kitab Irwaul Ghalil Fi Takhrij Ahaadits Manaris Sabiil no. 1965]

4. Membaca Doa Berbuka Puasa Sesuai Sunnah
Meski tidak banyak yang tahu, tapi tahukah kamu? Bahwa doa berbuka puasa yang shahih dan sesuai dengan sunnah bukanlah "Allahumma Laka Shumtu" Akan tetapi doa berbuka puasa yang benar-benar sesuai dengan sunnah dan terdapat riwayat hadits yang shahih adalah "Dzahaba Dzhoma-u Wabtabatil 'Uruqu Wa Tsabatal Ajru in syaa Allah

Untuk membuktikan kebenaran doa ini, teman-teman bisa amati hadits shahih berikut ini:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ، إِذَا أَفْطَرَ قَالَ 
“Rasulullah Shallallahu’alaihi wassalam apabila telah berbuka puasa, beliau berdoa :
ذَهَبَ الظّـَمَأُ وَابْتَلّـَتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
"Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah.”
Kapan doa ini dibaca?
"Doa ini dibaca setelah kita membatalkan puasa / setelah berbuka puasa"


5. Berbuka Dengan Kurma
Berbuka puasa dengan kurma adalah kebiasaan yang disukai oleh beliau shallallahu 'alaih wa sallam. Dan ini termasuk merupakan amalan sunnah saat berbuka puasa. Adapun yang menjadi dalil tentang anjuran berbuka puasa dengan kurma yaitu hadits dari Anas bin Malik Radhyiallahu:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّىَ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَعَلَى تَمَرَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya berbuka dengan rothb (kurma basah) sebelum menunaikan shalat. Jika tidak ada rothb (kurma basah) , maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan jika tidak ada yang demikian beliau berbuka dengan seteguk air.” (HR. Abu Daud no. 2356 dan Ahmad 3/164, hasan sahih) 

Demikianlah artikel kali ini mengenai amalan berbuka puasa sesuai sunnah. Semoga dengan mengamalkan sunnah-sunnahnya kelak kita mendapatkan syafaat beliau di yaumil akhir. Aamiin ya Rabbal 'Aalamiin. Terima kasih atas perhatian dan waktunya.. Assalamu'alaikum wa rahmatullah wa barakatuhu. 



Akhbar Sanusi
Akhbar Sanusi Pendiri SEO Kilat, penulis e-book SEO Storm Resistant, desainer, dan kontributor konten SEO.