Widget HTML Atas

Jangan Cuma Pandai Membuat

Jangan hanya pandai, jangan, jangan hanya pandai membuat,
Jangan hanya pandai, jangan, jangan hanya pandai membuat,


JANGAN CUMA PANDAI MEMBUAT

Ane perhatikan ada jenis ortu yang unik, kalau anaknya berprestasi pasti ngomongnya gini "anak siapa dulu?" Tapi ketika anaknya bermasalah, ngomongnya berubah lagi "anak kamu tuh!" Sambil tunjuk-tunjukan "anak papa tuh!" Papa nyeletuk "anak mama lah!"

Akhirnya anaknya bingung sendiri "sebenernya aku anak siapa?" Gak gitu sih, anaknya bakalan ngerasa useless beud. Kalo kondisi ini berlangsung hingga dewasa, anak tersebut tumbuh dengan pribadi yang rapuh dan sensitif.

Jadi, ortu bukan hanya pandai membuat. Tapi pandai juga merawat. Dan lebih pandai dalam mendampingi. Ada gitu, anaknya baru Segede upil udah di lepas. Gak diawasin lingkungan pergaulannya. Ntar, kalau anaknya kenapa-napa. Marahin anaknya. Padahal, ortu sebagai institusi pendidikan pertama Sang anak. Lebih milih sibuk berjibaku dengan bisnisnya. Dibandingkan menuang sedikit, sedikit saja perhatian pada anaknya.

Gak sadar anaknya dibentuk oleh lingkungan sekitar yang gak sehat, dibentuk oleh temen-temennya yang badung. Didoktrin Ama orang-orang yang secara random ditemuinya dalam kehidupan. Anak Bapak Ibu kek AI, Kecerdasan Buatan. Semacam robot. Diprogram buruk tanpa bisa difilter, filternya uda ilang. Filter itu kalian, Bapak Ibu. Jadilah penyaring yang baik. Jangan ikut-ikutan nyontohin yang gak baik. Selain mendampingi, ortu dituntut untuk memberi teladan.

Jadi, buat kamu. Kalau kita punya anak. Jangan cuma bisa buat ya. Tapi rawat dan dampingilah dia. Oya, kamu itu siapa. Aku kan gak punya siapa-siapa.

Baca juga: Nasehat Pasutri

By : Agus Riadi
Akhbar Sanusi
Akhbar Sanusi Pendiri SEO Kilat, penulis e-book SEO Storm Resistant, desainer, dan kontributor konten SEO.