Widget HTML Atas

Pesan Ustadz Farhan Abu Furaihan Dalam Dakwah Sunnah

Ustadz Farhan Abu Furaihan, Ustadz Farhan, Ceramah Ustadz Farhan,
Pesan Ustadz Farhan Abu Furaihan

بسم الله الرحمن الرحيم

*" Do'akan kebaikan buat Dakwah Sunnah dimana saja"*

Akhil Karim Wa ukhtil karimah...

Sungguh tiada sikap yang lebih baik, bermanfaat dan yang kita mampui disaat dakwah Assunnah di tolak, di persekusi atau bahkan diciptakan makar atasnya, selain daripada sabar, memperbanyak istigfar, introspeksi diri, dan berdo’a kepada Allah Ta’ala.

Karena sungguh tiada yang lebih kuasa daripada Allah yang maha Kuasa, Maha Penyayang, Maha Tau dan Maha Hikmah serta Maha Adil.

Apa yang menimpa kita belumlah seberapa, dibandingkan apa yang telah menimpa para Nabi dan para ulama yang menyeru kepada Tauhid dan memperingatkan manusia dari bahaya syirik.
Dari Abdullah Bin Mas’ud-radhyillahu ‘anhu-beliau menceritakan:
كأني أنظر إلى رسول الله ﷺ يحكي نبيًّا من الأنبياء -صلوات الله وسلامه عليهم- ضربه قومه فأدمَوْه، وهو يمسح الدم عن وجهه، ويقول: اللهم اغفر لقومي، فإنهم لا يعلمون
Artinya:
 Aku pernah melihat Nabi-shallahu ‘alaihiwasallam-menceritakan bahwa ada seorang pernah di pukul orang kaumnya sehingga berlumuran darah, dan sambil mengusap darah dari wajahnya ia berdo’a:
Ya Allah ampunilah mereka, karena mereka tidak mengetahui
[H.R, Imam Bukhari dan Imam Muslim].
Do’akan dengan kebaikan mereka yang suka mempersekusi dan membuat makar terhadap dakwah Assunnah dan jangan engkau mencela serta menancapkan permusuhan terhadap mereka.
 Karena mereka adalah saudara-saudara kita kaum muslimin. Dan mayoritas mereka melakukan tindakan-tindakan tersebut atas dasar ketidaktahuan atau termakan dengan provokasi para provokator.

Jadikanlah hal ini sebagai renungan dan teguran dari Allah. Agar kita memperbanyak istigfar kepada-Nya atas dosa-dosa yang telah kita lakukan, agar kita ikhlas, jujur, dan hikmah serta sabar dalam berdakwah.

Jika ada potensi kerusuhan yang mengakibatkan pertumpahan darah, maka agar mundur mengalah, bersabar, berdo’a kepada Allah serta jangan mudah terpancing emosi.

Karena sesama umat Islam kita bersaudara, tidak boleh saling menumpahkan darah, menghancurkan kehormatan dan saling mencela.

Dan karena hal yang demikian hanya mencoreng keindahan Islam dan membuat musuh-musuh Islam. Kita lebih baik mati terbunuh ditangan yang zhalim daripada salah membunuh tanpa alasan yang dibenarkan dalam Agama.

Tidak mengapa engkau di anggap penakut, karena mundur demi menyelamatkan tanganmu dari dari saudaramu muslim.
Serahkan dan percayakan perkara tersebut ke pihak aparat kemanan.

Selaku pengayom, pelayan dan pengaman masyarkat NKRI.
Dan apabila ada hak kita yang tidak di penuhi oleh mereka atau andaikata ada yang meciptakan kontra intelijen terhadap kita, maka tak usah sedih dan khawatir. Karena Allah Maha Kuasa, Maha Adil dan Hikma. Insyaallah di hari kiamat nanti akan ada qishash/pembalasan di sisi Allah. Semoga saja hal tersebut menjadi simpanan pahala atau simpana penghapusan dosa di hari kiamat nanti di sisi Allah.

Kepada Ikhwan dan akhowat yang berada di luar daerah kejadian atau yang bermedsos untuk bersikap hikmah dan ilmiah pada tulisan dan ucapannya.

Sebagian orang yang berada di luar Aceh yang tidak mengetahui kondisi di Aceh, menganggap itu di sebabkan kita kaku dalam masalah khilafiah seperti qunut shubuh, jahar basmalah, dsb.
Mereka tidak tau bahwa salah satu Mesjid Muhammadiyah di Aceh pernah di bakar, Mesjid Tablig di ajun Aceh besar di demo dan di rebut, kemudian ustadz jamaah tablig tersebut tidak lagi di mesjid itu.

Mesjid Raya Baiturrohaman yang merupakan simbol Aceh pernah di demo dan hampir terjadi tumpah darah di dalamnya, dan mereka beralasan karena khatib Jumat tidak menggunakan tongkat ketika khutbah jum’at(hanya alasan saja).

Mereka tidak tau bahwa pada tahun sembilan puluhan pernah di lakukan razia wahabi (Versi mereka) di jalan nasional Medan-banda di sebuah kabupaten di Aceh.
Di saat itu banyak orang berjenggot yang di tangkap dan pukuli serta di cukur paksa jenggotnya.

Diantara saksi yang masih hidup untuk kejadian tersebut saat ini adalah ustadz Abu Rifki ( Pengajar di makhad Assunnah lampeuneureut ) dan Ustadz Abdullah Sya’roni ( Pembina Tauhid Channel, Radio Syiar Tauhid dan Makhad Anas Depok).

Jadi untuk Ikhwan atau siapapun yang di ustadz kan di luar Aceh yang tidak mengerti kondisi Aceh, lebih baik memperbanyak doa kebaikan aja untuk dakwah di Aceh, bersikap bijak di medsos atau diam lebih baik. Jangan justru mengeluarkan kata-kata sok bijaksana yang hanya akan menambah manuver baru untuk di gunakan menyerang dakwah sunnah di Aceh.
Andaikata pakar hikmah dakwah yang di medsos itu benar-benar berilmu dan jujur dalam mencintai saudara2nya asatidzah dan Ikhwan di Aceh, mestinya dia langsung telpon mereka tanya apa yang bisa di bantu, tabayyun, beri mereka nasehat dengan hikmah dan motivasi.

Jangan lah kita seperti kaum munafik yang suka mencari-cari kesalahan, mengempeskan semangat kaum muslimin dan membukakan pintu untuk para musuh ketika Nabi dan Para Shahabatnya pergi atau pulang dari perang di masa itu.

Bukannya menghibur, memotivasi dan berpartisipasi untuk dakwah tauhid di Aceh, malah justru nyinyir di medsos.

Kondisi dakwah tauhid dan Assunnah di Aceh ini sulit untuk di fahami, Kalau bukan orang asli Aceh atau telah tinggal lama di Aceh.

Belum pernah ada yang mengajak kepada tauhid dan Assunnah di Aceh ini dalam keadaan dia tidak di musuhi dan tidak dibubari kajian apabila telah pesat.

Memang kalau mau aman sih, ya kita tidak lagi mengajak kepada tauhid dan Assunnah. Juga jangan lagi memperingatkan manusia dari bahaya syirik dan bid’ah. Cukup bahas masalah indahnya Syurga dan dahsyatnya neraka serta masalah fiqih yang sesuai dengan selera masyarakat saja. Dengan itu pasti suatu dakwah akan aman dari permusuhan. Tapi bukankah itu justru sebagai bentuk khianat kita kepada kaum muslimin?!!

Dan tentunya kita mesti selalu sadar, bahwa kita dan terkhususnya ana pribadi adalah pelaku bahkan berlumuran dosa.

Bisa jadi ini adalah teguran Allah atas dosa-dosa yang telah kita lakukan kepada Allah. Semoga ini sebagai penghapus dosa dan pengangkat derajat buat kita.
_____________:
📝 yang mencintaimu karena-Nya: *Farhan Abu Furaihann*

Baca Juga : Ibrah Pembubaran Kajian Ustadz Farhan Abu Furaihan
Akhbar Sanusi
Akhbar Sanusi Pendiri SEO Kilat, penulis e-book SEO Storm Resistant, desainer, dan kontributor konten SEO.