Widget HTML Atas

Kata Kerja Mental: Pengertian, Contoh, dan Ciri-ciri

Kata Kerja Mental
Kata Kerja Mental

Assalamu'alaikum. Balik lagi di blog Seokilat.com. Di beberapa artikel sebelumnya, kita sudah membahas seputar kata kerja imperatif yah, kalau sudah lupa yuk dibaca lagi. Adapun pada kesempatan kali ini, seperti judul yang teman-teman semua lihat, kita akan membagikan materi seputar kata kerja mental. Seperti apa itu kata kerja mental? Baik.. Langsung saja simak penjelasan selengkapnya di bawah ini yah. Tapi jangan lupa! Bagikan artikel ini jika kamu sudah terbantu. Oke! 


Pengertian Kata Kerja Mental

Dalam mata pelajaran bahasa Indonesia, kata kerja mental juga dikenal dengan sebutan Verba Tingkah Laku. Kata kerja mental atau verba tingkah laku adalah bentuk kata kerja yang merupakan sebuah respon atau sikap seseorang atas perbuatan, pengalaman, ataupun perihal keberadaan sesuatu.  


Contoh Kata Kerja Mental Dalam Kalimat

1. Perubahan sikap Uchiha Udin selama beberapa hari ini membuat teman-teman sekelasnya merasa Khawatir. (kata kerja mental : Khawatir

2. Ayah dan ibu terlihat begitu Menikmati jamuan makan malam di restoran bintang 5. (kata kerja mental : Menikmati)

3. Seluruh siswa dikelas merasa Terharu dengan ucapan perpisahan yang disampaikan ibu wali kelas. (kata kerja mental : Terharu)  

4. Satu kali pun Akhbar tidak pernah Merasa sakit hati dengan ucapan temannya yang menghina profesi ayah Akhbar. (kata kerja mental : Merasa)

5. Budi berterus terang kepada ibu guru bahwa dirinya sangat Tersinggung dengan ucapan teman-temannya yang menghina fisiknya. (kata kerja mental : Tersinggung
   
6. Kejadian yang dialami oleh Budi membuat Joko Tersadar bahwa kejujuran itu adalah hal yang paling utama. (kata kerja mental : Tersadar)

7. Sepeda motor Jono yang raib dibawa maling membuat Aku Berpikir dua kali jika harus parkir di pinggir jalan raya. (kata kerja mental : Berpikir)

8. Sasuke Yakin bahwa bimbingan intensif yang ia lakoni selama seminggu penuh, akan membuahkan hasil pada nilai ujiannya. (kata kerja mental : Yakin)  

9. Lisa Menolak lamaran Andi lantaran telah memiliki pria pilihannya sendiri. (kata kerja mental : Menolak)  

10. Lisa Menerima lamaran Akhbar karena yakin bahwa Akhbar mampu mewujudkan keluarga yang sakinah dan mawaddah. (Kata kerja mental : Menerima)

11. Mirna Sedang Sedih karena uang sekolah yang ia bawa hilang entah kemana. (kata kerja mental : Sedang Sedih)  

12. Joni Menyesal telah membuang waktu berharganya ketika duduk di bangku sekolah. (kata kerja mental : Menyesal)

13. Imam masjid itu tampak sangat Menghayati ayat demi ayat yang ia baca di dalam shalat sunnah tarawih. (kata kerja mental : Menghayati)

14. Meski tidak mendapatkan orderan, driver ojol itu Bersyukur karena dapat pulang ke rumah dengan selamat. (kata kerja mental : Bersyukur)

15. Reni Menyadari bahwa seluruh kerja keras yang dilakukan oleh orang tuanya adalah untuk kebahagiaan dirinya. (kata kerja mental : Menyadari)

16. Andi Menghormati kedua orang tuanya yang telah membesarkan dirinya dari kecil hingga saat ini. (kata kerja mental : Menghormati)

17. Masalah yang terus berdatangan membuat Andri Bingung harus menyelesaikan yang mana lebih dulu. (kata kerja mental : Bingung)  

18. Bukan hanya mengajarkan materi, Pak Andi juga berbakat melawak di kelas yang membuat seluruh murid Tertawa lepas. (kata kerja mental : Tertawa)  

19. Doni Takjub melihat kesungguhan budi dalam mempelajari bahasa Arab dan Tahfizh Alquran. (kata kerja mental : Takjub)

20. Banyak para guru yang Kagum dengan semangat deni dalam menuntut ilmu. (kata kerja mental : Kagum

21. Beni tidak pernah tersinggung, meski teman-teman selalu menghina kekurangan fisiknya. (Kata kerja mental: tersinggung

22. Ayumi penasaran, mengapa dirinya bisa menduduki posisi pertama dalam daftar murid paling berprestasi di sekolah. (Kata kerja mental: penasaran). 

23. Ustadz itu sangat khusyuk ketika membaca Ayat demi ayat dari Al-Quran setiap malamnya. (Kata kerja mental: khusyuk). 

24. Talitha merasa sangat puas, ketika usaha dan perjuangannya mulai menampakan hasil. (Kata kerja mental: puas). 

25. Akhbar Sanusi sangat kecewa terhadap dirinya sendiri, karena telah menyia-nyiakan orang yang sangat menyayanginya. (Kata kerja mental: kecewa). 

26. Alfin terkejut, saat mengetahui bahwa Smartphone yang dibelinya ternyata bukan produk yang asli. (Kata kerja mental: Terkejut). 

27. Ustadz mufid bangga, karena anak-anak didiknya ternyata berhasil memenuhi ekspektasinya dengan memenangkan Olimpiade matematika se-kabupaten. (Kata kerja mental: bangga). 

28. Ustadz Fityan terharu, saat mengetahui ternyata salah seorang siswa di SDIT Al-Hanif sering menahan lapar, karena ekonomi keluarga yang sedang terpuruk. (Kata kerja mental: terharu). 

29. Hamzah sangat bersemangat mempersiapkan diri, untuk menghadapi persaingan dalam lomba tahfizul Qur'an. (Kata kerja mental: bersemangat) . 

30. Pengalaman hidup membuat zulkifli tersadar, bahwa kebahagiaan bukan berasal dari harta dan tahta, melainkan berasal dari ketenangan hati. (Kata kerja mental: tersadar). 


Fungsi Kata Kerja Mental

Setelah mengenal pengertian, dan contoh verba tingkah laku, yang tidak kalah penting bagi kita yaitu mengetahui fungsi utama dari kata kerja mental itu sendiri. Karena tanpa mengetahui fungsinya, makan akan mustahil untuk mengaplikasikan atau menerapkan kata kerja tersebut. 
Adapun fungsi dari kata kerja mental tersebut adalah untuk menyatakan sebuah respon atau sikap seseorang terhadap bentuk tindakan orang lain, atau menjelaskan keberadaan seseorang, atau pun pengalaman yang dirasakannya. 

Contoh Soal Kata Kerja Mental

Setelah mengenal pengertian, contoh dan fungsinya, kami sertakan 1 contoh soal atau pertanyaan terkait verba tingkah laku. Kami harap 1 contoh soal ini dapat membantu teman-teman dalam memahami lebih baik kata kerja jenis ini. Silahkan amati soal berikut:
"
Lihat gambar teks di bawah ini, dan sebutkan minimal 5 frasa kata kerja mental yang terdapat didalamnya?
Kata kerja mental
Contoh soal kata kerja mental
Jawaban:
Dalam gambar diatas setidaknya terdapat 4 kata kerja mental, yaitu : merengek, tegang, menikmati, dan meminta maaf.  

Ciri-ciri Kata Kerja Mental

Berikut dibawah ini adalah beberapa ciri yang bisa kita dapati pada kata kerja mental, yang bisa kita jadikan sebagai dasar atau landasan untuk mengidentifikasinya.
1. Kata kerja mental biasanya menerangkan unsur afeksi, kognisi, dan persepsi. Seperti : (persepsi:melihat), (kognisi : berpikir), dan (afeksi: khawatir).
2. Verba mental atau verba tingkah laku umumnya digunakan saat seseorang sedang mengajukan sebuah klaim.
3. Di dalam kata kerja mental terdapat partisipan fenomena dan pengindera atau senser.
4. Kata kerja mental biasanya berbentuk frasa yang bersifat mengindikasikan.

Perbedaan Kata Kerja Mental dan Kata Kerja Imperatif

Sederhananya, perbedaan antara kata kerja mental dan kata kerja imperatif terletak pada bentuk dan sifatnya. Untuk Kata kerja mental, kita bisa lihat bahwa jenis kata kerja ini adalah kata kerja dalam bentuk respon, pengalaman,atau sikap terhadap orang lain, sedangkan Kata kerja imperatif adalah kata kerja yang bersifat memberi perintah atau instruksi kepada orang lain. 

Konklusi/Kesimpulan Dari Kata Kerja Mental

1. Kata kerja mental umumnya melibatkan kontak dengan perasaan.
2. Kata kerja mental menggambarkan sebuah aktivitas seseorang yang lahir atas dasar respon atas sesuatu.
3. Kata kerja mental sering berwujud dalam sikap atau tindakan seseorang atas sesuatu hal.
4. Nama lain dari kata kerja mental adalah verba tingkah laku.
5. Meski tidak semua, namun Umumnya kata kerja mental biasa diawali dengan nama.

Terima kasih atas perhatian dan waktunya telah menyimak uraian kita tentang kata kerja mental atau verba tingkah laku. Semoga bermanfaat dan membantu para pembaca dimana pun berada.

Kamu juga bisa menambah pengetahuanmu tentang Pengertian dan Contoh Kata Ganti di blog ini yah. Mungkin ini saja yang bisa kita sampaikan terkait materi verba tingkah laku. Semoga bermanfaat dan membantu teman-teman sekalian. Sekali kami ingatkan, bantu share artikel ini ke teman-teman kamu. Ingat! Share itu gratis. 


Diupdate : 10 September 2020

Akhbar Sanusi
Akhbar Sanusi Pendiri SEO Kilat, penulis e-book SEO Storm Resistant, desainer, dan kontributor konten SEO.