Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perkembangbiakan Bakteri - Materi IPA

Perkembangbiakan Bakteri
Perkembangbiakan Bakteri - Materi IPA

 

Perkembangbiakan Bakteri

Perkembangbiakan bakteri merupakan penambahan jumlah sel bakteri dalam suatu koloni dengan cara membelah diri. Hal itu dipengaruhi oleh suhu, kelembapan, dan oksigen. Suhu yang terlalu tinggi atau rendah bagi pertumbuhan optimum bakteri akan menyebabkan kematian atau penghambatan perkembangan bakteri. Zat kimia tertentu akan membunuh koloni bakteri, misalnya antibiotik penisilin.

Baca Juga : Perbedaan Eukariotik dan Prokariotik

Faktor-Faktor yang Membatasi Perkembangbiakan Bakteri

Faktor-faktor yang membatasi perkembangbiakan bakteri, antara lain ialah nutrisi (zat makanan), zat hasil ekskresi yang tertimbun dalam medium, dan predator.

a. Nutrisi (zat makanan)

Jumlah nutrisi (zat makanan) yang tersedia dalam jumlah banyak akan meningkatkan jumlah koloni bakteri. Sebaliknya, berkurangnya nutrisi mengakibatkan koloni bakteri menyusut, bahkan akan mati dengan habisnya nutrisi yang tersedia.

b. Zat hasil ekskresi yang tertimbun dalam medium

Metabolisme bakteri akan menghasilkan bahan buangan. Pertambahan jumlah koloni akan meningkatkan timbunan hasil buangan tersebut dalam media. Timbunanhasil buangan tersebut dapat menggangu metabolisme bakteri yang kemudian akan menyebabkan penurunan jumlah koloni bakteri.

Baca Juga : Peran Virus Dalam Kehidupan

c. Predator (pemangsa) bakteri

Pemangsa bakteri biasanya adalah Amoeba dan Didinium. Amoeba memakan mikroorganisme kecil, beberapa di antaranya adalah Protozoa dan Algae.

Untuk mengamati bakteri dapat dilakukan langkah berikut ini. Ambillah tanaman kacang panjang yang telah berumur kira-kira 4 bulan. Cucilah bagian akarnya dengan hati-hati dengan cara mengalirkan air dari keran secara langsung. Amatilah bagian akar yang menggelembung, kemudian belahlah dan amatilah di bawah mikroskop. Dapatkah kalian temukan Rhizobium?

Perkembangbiakan bakteri dapat terjadi secara aseksual dengan cara membelah diri menjadi dua (pembelahan biner). Disamping itu, rekombinasi genetik dapat terjadi dengan cara penggabungan materi genetik yang berupa DNA antar bakteri. Rekombinasi genetik pada bakteri dapat dibedakan menjadi transformasi, transduksi dan konjugasi.

a. Transformasi
Transformasi merupakan proses pemindahan materi genetik herupa DNA dari satu sel bakteri ke sel bakteri yang lain. Menurut Frederick Griffith (1928), transformasi dapat terjadi pada bakteri Streptococcus pneumoniae. Haemophillus. Neisseria gonorhoe, Bacillus, dan Rhizobiurn.

b. Transduksi
Transduksi merupakan pemindahan materi genetik dari sel bakteri yang satu ke sel bakteri yang lain dengan melalui perantara (berupa bakteriofag). Hal tersebut berdasarkan hasil penelitian Norton Zinder dan Joshua Lederberg (1952).

c. Konjugasi
Konjugasi merupakan pemindahan DNA secara langsung melalui kontak sel dengan menggunakan pilus F, misalnya pada bakteri Escherichia coli.

Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, bakteri dapat mengambil makanan secara langsung dari alam. Namun, ada juga bakteri yang harus mengubah senyawa tertentu menjadi senyawa yang dibutuhkan.

Baca Juga : Sistem Reproduksi Virus

Daftar Pustaka Materi IPA Perkembangbiakan Bakteri

Biologi Pertanian Jilid 2 untuk SMK /oleh Amelia Zuliyanti Siregar, Utt Widyastuti Suharsono, Hilda Akmal, Hadisunarso, Sulistijorini, Nampiah Sukarno, Anja Merdiyani, Tri Heru W., Raden Roro Dyah Perwitasari Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2008.
Akhbar Sanusi
Akhbar Sanusi Pendiri SEO Kilat, penulis e-book SEO Storm Resistant, desainer, dan kontributor konten SEO.