Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Klasifikasi Protozoa, Pengertian dan Gambar Lengkapnya

Klasifikasi Protozoa
Protozoa - Pengertian, Klasifikasi, dan Gambar

Protozoa - Pengertian, Klasifikasi, dan Gambar

Dalam rangka mempelajari dan mengenal protozoa secara mendalam, berikut di bawah ini telah kami rangkum dan uraian mengenai klasifikasi protozoa, pengertian dan gambar dari tiap jenis-jenisnya. Semoga dapat bermanfaat dan membantu adik-adik dalam mengerjakan tugas biologi yang diberikan bapak ibu guru.

Apa Itu Protozoa ?

Protozoa adalah protista uniseluler yang bergerak dan mendapatkan makanan seperti hewan. Protozoa hidup di air tawar, laut, tanah, bahkan didalam tubuh makhluk hidup lain. Sebagian besar hidup bebas, sedangkan lainnya adalah parasit. Dalam ekosistem perairan, protozoa hidup bebas sebagai zooplankton, maupun sebagai zoobentos. Protozoa parasit sering mengakibatkan penyakit serius pada manusia, misalnya malaria, disentri, dan giardiasis.

Protozoa
Protozoa - Pengertian, Klasifikasi, dan Gambar
(Brock Biology of microorganisms, 2006) Gambar 6.1. Berbagai protozoa.

Baca Juga : Sejarah Penemuan Virus

Klasifikasi Protozoa

Berdasarkan alat geraknya, Protozoa diklasifikasikan menjadi empat filum, yaitu Rhizopoda, Mastigophora, Ciliata, dan Sporozoa.

1. Rhizopoda

Rhizopoda (Sarcodina) termasuk hewan bersel satu dengan ciri- ciri, antara lain memiliki alat gerak berupa kaki semu (pseudopodia), hidup bebas, ada yang parasit, dan bentuk tubuh tidak tetap. Ada beberapa macam kaki semu, yaitu lobidia (dengan ujung tumpul), filofidia (halus dan ujung meruncing), dan aksopodia (teratur dari satu titik pusat).

Contoh Rhizopoda, antara lain Amobea proteus, hidup bebas dalam perairan tawar yang kaya bahan organik; Entamoeba histolytica, penyebab disentri amoeba (amoebiasis), hidupnya dalam usus halus manusia dan merusak jaringan darah atau getah bening; Entamoeba gingivalis, dapat merusak gigi; Entamoeba coli, dapat membantu membusukkan makanan dan membentuk vitamin k; Arcella sp, hidup di air tawar, memiliki kerangka dari zat kitin;  Difflugia sp, hidup di air tawar, tubuhnya di tempeli pasir;  Foraminifera sp, hidup di laut sebagai indikator adanya minyak bumi; dan Radiolaria sp, hidup di laut sebagai bahan penggosok.

Baca Juga : Sistem Reproduksi Virus 

2.    Mastigophora

Ciri-ciri Mastigophora (Flagellata), yaitu mempunyai flagel (bulu cambuk) sebagai alat gerak. Beberapa Mastigophora hidup sebagai parasit atau hidup bebas di habitat air laut dan air tawar. Permukaan tubuhnya dilapisi oleh kutikula sehingga bentuknya tetap. Mastigophora memiliki dua macam protoplasma, yaitu, ektoplasma (lapisan luar) yang memadat dan lapisan dalam berupa endoplasma yang berwujud agak encer. Mastigophora atau Flagellata terdiri atas Phytoflagellata dan Zooflagellata.

Volvox sp (Chlorophyta, phytoflagelata), hidup berkoloni, berbentuk seperti bola dan dilapisi oleh lapisan lendir. Noctiluca miliaris (Dinophyta, zooflagellata), dapat menghasilkan bioluminens sehingga pada malam hari apabila terjadi blooming spesies ini, air laut akan tampak bercahaya. Zooflagellata bersifat heterotrof dan sebagian besar hidup sebagai parasit. Trypanosoma gambiense merupakan salah satu contoh zooflagellata yang menyebabkan penyakit tidur Afrika. Contoh flagellata lainnya adalah Leishmania tropica yang menyebabkan penyakit Leishmaniasis kulit di negara- negara AsiaTrypanosoma gambiense merupakan salah satu contoh zooflagellata yang menyebabkan penyakit tidur Afrika. Contoh flagellata lainnya adalah Leishmania tropica yang menyebabkan penyakit Leishmaniasis kulit di negara-negara Asia.

Protozoa
Protozoa - Pengertian, Klasifikasi, dan Gambar
 Sumber: Brock Biology of microorganisms tahun 2006
Gambar 6.3. Flagelata: Giardia (a) dan Trypanosoma dalam sel darah (b).

Baca Juga : Perbedaan Eukariotik dan Prokariotik

3. Ciliata

Ciliata (Infusoria) mempunyai alat gerak berupa silia, (bulu getar). Protozoa ini hidup bebas atau parasit. Bentuk tubuhnya tetap. Cara reproduksinya adalah aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual dilakukan dengan cara membelah diri dan reproduksi seksual dilakukan dengan cara konjugasi. Contoh Ciliata, antara lain: Paramecium caudatum (hewan sandal), memiliki cara reproduksi unik; Balantidium coli, hidup pada usus besar manusia, penyebab diare berdarah; Stentor sp dengan bentuk tubuh seperti terompet; Vorticella sp dengan bentuk tubuh seperti lonceng; Didinum sp sebagai peredator di air tawar; dan Stylomychia koloninya berbentuk seperti cakar.

Perkembangbiakan Paramecium caudatum secara konjugasi adalah sebagai berikut.

  1. Dua Paramecium bersatu melalui lekukan mulut.
  2. Masing-masing mikronukleus mengalami meiosis menghasilkan makronukleus haploid.
  3. Tiga mikronukleus berdegenerasi.
  4. Mikronukleus yang tersisa membelah menjadi dua, tetapi tidak sama besar; mikronukleus yang lebih kecil dipertukarkan.
  5. Dua mikronukleus pada masing-masing Paramecium membelah menjadi satu.
  6. Kedua Paramecium memisahkan diri 
  7. Mikronukleus yang melebur membelah secara mitosis sebanyak tiga kali menghasilkan delapan mikronukleus identik.
  8. Mikronukleus menghasilkan degenerasi. Empat mikronukleus lainnya tetap sebagai mikronukleus. Tiga mikronukleus berdegenerasi, dan hanya satu mikronukleus yang tinggal.
  9. Paramecium membelah sebanyak dua kali untuk mendapatkan paramecium anak.
Gambar Protozoa
Siliata: Paramecium (kiri) dan Stentor (kanan).

4. Sporozoa

Sporozoa tidak mempunyai alat gerak. Sporozoa hidup sebagai parasit dan menghasilkan spora (endospora) dalam daur hidupnya. Cara reproduksi sporozoa adalah dengan cara aseksual dan seksual. Cara aseksual dilakukan dengan pembelahan biner dan skizogoni, sedangkan cara seksual dilakukan dengan sporogoni. Pada penyakit malaria, apakah masa sporulasi pada bebagai jenis penyakit malaria akan selalu sama?

Contoh anggota Sporozoa adalah Plasmodium yang merupakan penyebab malaria pada manusia. Terdapat empat jenis Plasmodium yang masing-masing yang menyebabkan tipe penyakit malaria yang berbeda. Keempat jenis Plasmodium tersebut adalah Plasmodium falciparum, penyebab malaria tropikana dengan masa sporulasi tidak tentu; Plasmodium vivax, penyebab malaria tertina dengan masa sporulasi 48 jam; Plasmodium malariae, penyebab malaria kuartana dengan masa sporulasi 72 jam; dan Plasmodium ovale, penyebab malaria yang memiliki masa sporulasi hampir sama dengan malaria tertina.

Reproduksi secara aseksual yang terjadi dalam eritrosit manusia disebut skizogoni dan secara seksual yang terjadi dalam lubang atau dinding usus nyamuk Anopheles, disebut sporogoni. Selain itu, juga terjadi peristiwa yang disebut sporulasi, yaitu fase dimana terjadi pecahnya sel darah merah karena terinfeksi oleh Plasmodium. Keluarnya merozoit-merozoit baru dari eritrosit yang pecah menyebabkan suhu tubuh penderita malaria naik.

Pemberantasan Plasmodium penyebab malaria dilakukan dengan cara memutus daur hidupnya, yaitu membersihkan lingkungan di sekitar kita yang dapat menjadi sarang nyamuk dengan gerakan 3M (menguras, menimbun, dan membakar). Adapun untuk pencegahan, kalian dapat menggunakan kelambu waktu tidur dan obat atau lotion anti nyamuk. 

Baca Juga : Perkembangbiakan Bakteri

Daftar Pustaka Materi IPA - Protozoa - Pengertian, Klasifikasi, dan Gambar

Biologi Pertanian Jilid 2 untuk SMK /oleh Amelia Zuliyanti Siregar, Utt Widyastuti Suharsono, Hilda Akmal, Hadisunarso, Sulistijorini, Nampiah Sukarno, Anja Merdiyani, Tri Heru W., Raden Roro Dyah Perwitasari Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2008.
Akhbar Sanusi
Akhbar Sanusi Owner and CEO of seokilat.com. A man energetic, full of passion, and easily touched by sad things.