Widget HTML Atas

Ilmu Pengetahuan : Definisi, Fungsi, dan Cirinya

 
Ilmu Pengetahuan
Ilmu Pengetahuan : Definisi, Fungsi, dan Cirinya

Definisi Ilmu Pengetahuan

Mengenai Defisini Ilmu Pengetahuan, sebenarnya sangat relatif tergantung siapa yang menafsirkan arti dari ilmu pengetahuan tersebut. Bila penafsiran makna ilmu pengetahuan kita serahkan pada praktisi atau ahli yang memiliki wawasan dan pengetahuan luas, maka penjabaran arti dari ilmu pengetahuan itu sendiri tentu akan meluas dan dapat mencakup hampir semua sendi keilmuan. Namun bila kita menyerahkan penafsiran ilmu tersebut pada individu yang memiliki keterbatasan ilmu (dalam arti minim) tentu penjelasannya tidak akan mendetail dan mungkin hanya dasar dasarnya saja. Oleh karena, penting bagi kita dalam memilih rujukan, siapa yang akan mendefinisikan makna yang terkandung di dalam kata "ilmu pengetahuan". Jadi, bila kami memang harus mendefinisikan makna dari Ilmu Pengetahuan, maka ilmu pengetahuan adalah suatu informasi yang telah melalui tahapan proses, serta telah terorganisir, agar dapat memperoleh sebuah pemahaman, pembelajaran dan pengalaman. Dimana informasi dari pembelajaran, pemahaman, dan pengalaman tersebut, dapat diaplikasikan untuk menyelesaikan beragam permasalahan tertentu.  

Fungsi Ilmu Pengetahuan

Tentu ada banyak sekali fungsi dari ilmu pengetahuan, dan tidak terbatas pada satu hal saja. Terlebih lagi, setiap cabang ilmu pengetahuan umumnya akan memiliki fungsi yang berbeda beda antara satu sama lain. Namun, bila dinilai secara umum, fungsi ilmu pengetahuan dapat kita rangkum menjadi beberapa poin seperti di bawah ini. 1. Ilmu pengetahuan berfungsi menanamkan keyakinan di dalam diri seseorang. 2. Ilmu pengetahuan dapat merusak serta mengacaukan suatu hal keyakinan yang telah lama ada dalam benak seseorang 3. Ilmu pengetahuan berfungsi sebagai informasi dalam membuka beragam cabang ilmu pengetahuan lainnya, sekaligus data penunjang untuk menemukan penemuan baru. 4. ilmu pengetahuan berfungsi untuk mengembangkan teknologi baru, memecahkan beragam masalah praktis, dan membuat keputusan secara tepat serta akurat.
  
Ilmu Pengetahuan
Ilmu Pengetahuan

Arti "Ilmu" Secara Bahasa

Penggalan kata "Ilmu" dalam kalimat Ilmu Pengetahuan berasal dari mufrodats (kosa kata) bahasa arab = علم (dibaca : 'Alima) yang berarti Mengetahui. Kemudian kosa kata ini pun diserap kedalam bahasa indonesia menjadi kosa kata Ilmu. Ilmu sendiri bisa bermakna mengetahui, atau memahami suatu hal.  

Ciri Ciri Ilmu Pengetahuan

Sedikit berbeda dengan makna atau arti yang terkandung di dalam kata Pengetahuan, definisi ilmu jauh lebih spesifik dan bersifat ilmiah, serta didasari aspek aspek penting yang membuat sesuatu tersebut layak disebut sebagai ilmu. Berikut di bawah ini beberapa poin penting yang harus dipenuhi, agar sesuatu tersebut dapat dikategorikan ke dalam cabang ilmu. 1. Harus Objektif Sesuatu dapat dikatakan sebagai ilmu apabila memiliki objek kajian atau penelitian yang terdiri dari satu jenis masalah, serta memiliki sifat hakikat yang sama, dan dapat terlihat dari luar maupun dari dalam. Sesuatu bisa dikatakan sebagai ilmu, bila objeknya jelas keberadaannya alias ADA, atau objek tersebut bisa menjadi ada dengan melalui tahap pengujian (contohnya : angin) tidak terlihat ada, namun dapat dibuktikan keberadaannya. Dan saat menguji, mengkaji, atau meneliti objek, maka yang dicari adalah kebenarannya. Maksudnya adalah proses penyelarasan antara Pengetahuan dengan Objek. Oleh sebab itulah kita mengenal istilah Kebenaran Objektif, bukan Kebenaran Subjektif. 2. Bersifat Metodis Maksudnya adalah sebelum menetapkan sesuatu sebagai bentuk dari ILMU, selayaknya kita memeriksa, apakah telah dilakukan beragam bentuk upaya, atau cara untuk meminimalisir terjadi penyimpangan atau penyelewengan saat mencari kebenaran. Dan salah satu bentuk konsekuensi dari upaya yang kita maksudkan diatas adalah kita harus memiliki sebuah cara atau metode tertentu yang bisa menjamin kepastian akan kebenaran suatu ilmu. Oleh karenanya, sebuah ilmu hanya dapat dikatakan ilmu bila memiliki sebuah fondasi yang bersifat metodis. 3. Bersifat Sistematis Sesuatu dapat dikategorikan kedalam ILMU bila bersifat sistematis. Maksudnya adalah ILMU harus dapat dijelaskan secara rinci, terurai, dan dapat dirumuskan secara logis dan memiliki keteraturan. Sehingga, masing masing unsur (rinci, teratur,terurai,logis) dapat membentuk suatu sistem yang bersifat utuh, terpadu, serta mampu dijelaskan dalam tinjauan sebab akibat.  

Cabang Cabang Ilmu Pengetahuan Secara Umum

a. Ilmu Alam  
b. Ilmu Sosial
c. Ilmu Terapan

Pembagian Secara Rinci Cabang Ilmu Pengetahuan (Sumber: Wikipedia)

Ilmu Pengetahuan Alam

Fisika Akustik 
Astrodinamika 
Astrofisika 
Astronomi 
Biofisika 
Fisika Atom, 
Molekul, dan Optik Fisika bahan padat 
Fisika komputasi 

Dinamika 
Dinamika fluida 
Dinamika kendaraan 
Fisika bahan 
Fisika matematis 
Fisika nuklir 
Fisika partikel (atau fisika energi tinggi) 
Fisika plasma 
Fisika polimer 
Kriogenik 
Mekanika 
Optik 

Biologi 
Anatomi 
Antropologi fisik 
Astrobiologi 
Biokimia 
Biofisika 
Bioinformatika 
Biologi air tawar 
Biologi sel 
Biologi struktur 
Biologi molekul 
Biologi pertumbuhan 
Biologi pertumbuhan evolusioner ("Evo-devo" atau Evolusi pertumbuhan) 
Biologi laut 
Botani 
Ekologi 
Entomologi 
Epidemiologi 
Evolusi (Biologi evolusioner) 
Fikologi (Algologi) 
Filogeni 
Fisiologi 
Genetika (Genetika populasi, 
Genomika, Proteomika) 
Histologi 
Ilmu kesehatan (Farmakologi, Hematologi, Imunoserologi, Kedokteran, Kedokteran gigi, Kedokteran hewan, Onkologi (ilmu kanker), Toksikologi) Ilmu saraf Imunologi Kladistika Mikrobiologi Morfologi Ontogeni Patologi Sitologi Taksonomi Virologi Zoologi 

  Ilmu Bumi Geodesi Geografi Geologi Limnologi Meteorologi Oseanografi Paleontologi Seismologi Ilmu Kimia Biokimia Elektrokimia Ilmu bahan Kimia analitik Kimia anorganik Kimia fisik Kimia komputasi Kimia kuantum Kimia organik Spektroskopi Stereokimia Termokimia Metode Penelitian Komunikasi  

Ilmu Pengetahuan Sosial

Antropologi Arkeologi Ekonomi Ilmu politik Linguistik (Ilmu bahasa) Psikologi Analisis perilaku Biopsikologi Neuropsikologi Psikofisika Psikometri Psikologi eksperimen Psikologi forensik Psikologi humanis Psikologi industri dan organisasi Psikologi kepribadian Psikologi kesehatan Psikologi klinis Psikologi kognitif Psikologi pendidikan Psikologi pertumbuhan Psikologi sensasi dan persepsi Psikologi sosial Sosiologi Hukum  

Ilmu Terapan

Ilmu Komputer Dan Informatika Ilmu komputer Ilmu kognitif Informatika Cybernetics Systemics Ilmu Rekayasa Ilmu biomedik Ilmu pertanian Rekayasa listrik Rekayasa pertanian  

Penjelasan Pembagian Cabang Ilmu

A. Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Alam adalah sebuah istilah yang umum digunakan untuk menjelaskan cabang ilmu yang merujuk pada ilmu serta objek objek alam seperti benda benda alam,beragam hukum alam yang pasti, dan hal hal umum disekitar lingkungan kita yang termasuk bagian dari alam, dimana pun dan kapan pun. Orang orang yang menggeluti cabang ilmu ini biasa disebut dengan Saintis Eksistensi Ilmu Pengetahuan Alam Seiring perkembangan zaman, beragam jenis ilmu di sekitar kita pun juga ikut berkembang semakin pesat. Dan tentunya, kondisi ini bisa berarti baik bagi kelangsungan hidup manusia, namun tidak menutup kemungkinan perkembangan ilmu pengetahuan justru bertambah buruk bagi manusia dalam hal hal tertentu. Terkait eksistensi atau kedudukan Ilmu alam, perlu diketahui, pada dasarnya beragam cabang ilmu pengetahuan saat ini bersumber dari 2 cabang ilmu pengetahuan, yaitu : Ilmu pengetahuan Alam yang dikenal dengan the natural sciences, dan Ilmu Pengetahuan Sosial yang dikenal dengan the social sciences. Ilmu Pengetahuan Alam adalah sebuah pokok ilmu yang mempelajari seputar zat yang membentuk atau menyusun alam semesta makhluk hidup, serta mempelajari seluk beluk makhluk hidup yang berada di dalam alam semesta. Dalam pendidikan sekolah dasar, ilmu ini telah diajarkan dengan tingkat pembahasan yang belum mendalam (basic), dan umumnya dibagi ke dalam beberapa disiplin ilmu seperti : kimia, fisika, dan biologi.  

B. Ilmu Pengetahuan Sosial Ilmu Pengetahuan Sosial ialah sekelompok disiplin ilmu yang mempelajari beragam aspek, yang berkaitan dengan manusia dan lingkungan sosial disekitarnya. Ilmu ini berbeda dengan cabang ilmu seni atau humaniora. Sebab, dalam ilmu pengetahuan sosial, baik penjelasan, maupun pengaplikasian lebih menekankan pada penggunaan cara atau metode ilmiah saat mempelajari manusia, termasuk di dalamnya yaitu metode kuantitatif dan metode kualitatif. Sederhananya, Ilmu ini sangat erat kaitannya dengan perilaku dan interaksi manusia, baik saat ini maupun perilaku dan interaksi manusia pada masa lampau. Umumnya, cabang disiplin ilmu sosial yang diajarkan di bangku sekolah dasar di Indonesia (SD - SMP) adalah sejarah, dan ekonomi.  

C. Ilmu Terapan Pengertian Ilmu Terapan adalah suatu bentuk penerapan dari beberapa cabang disiplin ilmu, seperti : matematika, kimia, fisika, atau biologi, yang bertujuan memberikan solusi (penyelesaian) terhadap permasalahan praktis yang terjadi disekitar kita.  

Ilmu di Dalam Islam

Dalam tinjauan Islam, pedefinisian ilmu tentu tidak sama dengan pendefinisian ilmu menurut sains duniawi. Ilmu menurut Islam, umumnya lebih cenderung kepada hal hal yang bersifat ukhrowi / akhirat. Lebih kepada kandungan ayat ayat Alquran, riwayat riwayat hadits, perkataan para sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dan perkataan para ulama terdahulu. Ilmu dalam tinjauan islam erat kaitannya dengan beragam unsur keagamaan. Jadi, yang dimaksud dengan ilmu dalam pandangan Islam lebih kepada makna ilmu pengetahuan syar'i, bukan ilmu duniawi. Namun, semua kembali bagaimana kita menempatkan pembicaraan saat berkomunikasi. Berikut dibawah ini adalah beberapa fungsi / manfaat ilmu menurut tinjauan syar'i.  

1. Memahami Tujuan Penciptaan Makhluk Ilmu syar'i akan menjadikan seseorang lebih mengenal dan mengetahui hakikat serta tujuan penciptaan segala sesuatu yang ada di dunia ini. Contohnya ialah; Apabila seseorang tidak mengetahui dan memahami ilmu syari dengan benar, maka akan sulit baginya untuk memahami tujuan dari penciptaan manusia di alam semesta ini. Namun berbeda cerita, bila seseorang memiliki ilmu syar'i, maka ia akan memahami, bahwa tujuan sebenarnya dari penciptaan manusia adalah untuk beribadah hanya kepada Allah semata.  

2. Mengangkat Derajat Orang Orang Yang Berilmu Manfaat Ilmu tidak hanya mencerdaskan umat manusia semata, lebih daripada itu, khususnya ilmu syari, akan meninggikan derajat dan memuliakan seseorang yang menguasai ilmu syar'i tersebut, baik di mata manusia, maupun di mata Sang Pencipta. Hal ini sebagaimana telah dijelaskan didalam Alquran: "Allah akan mengangkat derajat orang orang yang beriman diantara kalian, dan orang orang yang diberikan ilmu (syari). (QS: Al-Mujadalah ayat 11).

3. Mengajarkan Manusia Agar Lebih Pandai Dalam Bersyukur Salah satu manfaat dari ilmu syari adalah meningkatkan serta membangkitkan kesadaran di dalam diri seseorang agar lebih bersikap religius, dan lebih banyak bersyukur dalam menyikapi beraneka problem kehidupan. Ilmu syari akan mengingatkan manusia akan ayat ayat Allah, hadits hadits baginda Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa telah begitu banyak nikmat dan karunia yang telah Allah limpahkan kepada kita, namun kebanyakan kita lalai untuk mensyukurinya.  

4 Pintu / Cara Mendapatkan Ilmu

1. Menggunakan Akal Maksud dari menggunakan akal adalah memanfaatkan akal sebagai media berfikir untuk mengetahui hakikat dari suatu hal tertentu yang ingin kita ketahui kebenarannya.  

2. Menggunakan Imajinasi Untuk mendapatkan ilmu , terkadang kita bisa menggunakan imajinasi di dalam diri kita untuk meraba, mengira atau mentaksir sesuatu. Dimana imajinasi tersebut, (mungkin) dapat di aplikasikan melalui dukungan beberapa cabang disiplin ilmu.

3. Menggunakan Panca Indra Salah satu cara mendapatkan ilmu adalah dengan mengoptimalkan panca indra yang terdapat di dalam diri kita. Sebagai contoh adalah indra penglihatan. Dengan mengoptimalkan indra penglihatan, seseorang dapat mengetahui bahwa "sesuatu tersebut" memiliki wujud atau bentuk sedemikian rupa. Atau dengan indra penglihatan, seseorang dapat melihat atau membaca beragam artikel ilmu yang sebelumnya tidak ia ketahui sama sekali. Dan hal hal semisalnya.

4. Menjauhi Kemaksiatan dan Menjaga Ketaatan Cara mendapatkan ilmu yang keempat ini bisa dikatakan versi syar'i untuk mendapatkan ilmu. Hal ini disarikan dari kandungan ayat Alquran surat Albaqoroh ayat 282 : وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ “Dan bertaqwalah kepada Allah, niscaya Allah akan mengajarimu (memberikan ilmu).” Bertaqwa maksudnya adalah mengerjakan segala perintah Allah dan menjauhi segala laranganNya Mungkin itu saja pembahasan yang bisa kami sampaikan, semoga dapat bermanfaat. Bila terdapat kekeliruan, baik ringan maupun fatal, segera laporkan kepada admin situs ini melalui contact us kita.

Sumber : https://www.ilmupengetahuan.id/2019/08/ilmu-pengetahuan/
Akhbar Sanusi
Akhbar Sanusi Pernah mengajar di SDIT Al-hanif Cilegon - Madrasah Jamilurrahman Jogjakarta - Ma'had Anni'mah Medan.